Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jubir Wang Wenbin: Eksekusi Mati Warga Kanada Oleh Pengadilan China Tak Ada Hubungannya Dengan Ketegangan Dua Negara

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah memanasnya situasi antara Beijing dan Ottawa Pengadilan China akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi mati warga Kanada ketiga bernama Xu Weihong  yang ditahan atas tuduhan narkoba pada hari Kamis (6/8).

Xu Weihong adalah warga Kanada yang diduga telah memproduksi ketamin, obat anestesi yang digunakan terutama dalam operasi dokter hewan yang dapat mengakibatkan efek perubahan pikiran yang dapat membuat mimpi terasa menjadi nyata.

Wen Guanxiong, warga Kanada lainnya yang diduga menjadi kaki tangan Xu, dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Menengah Kota Guangzhou.


Juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin mengatakan hukuman itu tidak ada hubungannya dengan ketegangan antara kedua negara.

“Saya ingin menekankan bahwa otoritas peradilan China menangani kasus yang relevan secara independen sesuai ketat dengan hukum dan prosedur hukum China,” katanya. “Kasus ini seharusnya tidak berdampak pada hubungan China-Kanada,” ungkapnya seperti dikutip dari AA, Kamis (6/8).

Tapi sejarah berkata lain. Ketegangan antara kedua negara telah terjadi sejak pejabat Kanada menangkap eksekutif Huawei Meng Wanzhou pada Desember 2018 di bandara Vancouver atas perintah  Amerika yang menginginkan agar Meng diekstradisi untuk menghadapi tuduhan penipuan di AS.

China menuntut agar Kanada segera membebaskan Meng namun permintaan itu diabaikan oleh pengadilan Kanada. Di saat hampir bersamaan dua warga Kanada kemudian ditahan atas tuduhan menjadi mata-mata oleh pemerintah Tiongkok.

Pada langkah selanjutnya Beijing kemudian membatasi impor produk pertanian tertentu yang berasal dari Kanada.

Menurut sebuah laporan dari koran National Post , China diduga melakukan serangan pembalasan lainnya, dengan menahan rilis sampel virus corona oleh pejabat bea cukai yang seyogyanya akan digunakan oleh Kanada untuk uji klinis pada manusia, meskipun kedua negara telah menandatangani kesepakatan dua setengah bulan lalu. Serum itu seharusnya membuat orang Kanada mendapatkan akses awal ke vaksin virus corona.

Mantan Duta Besar Kanada untuk China David Mulroney mengatakan Beijing mungkin menahan vaksin untuk memberikan lebih banyak hukuman ke Kanada.

"Sepertinya pengiriman ditunda sebagai bagian dari pembalasan China terhadap Kanada atas penangkapan Meng," katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya