Berita

Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe/Net

Dunia

Marah Menkes AS Kunjungi Taiwan, Menhan China Langsung Telepon Pentagon

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 08:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China geram dengan berbagai langkah Amerika Serikat (AS) yang dianggapnya terus memicu ketegangan. Salah satunya adalah dengan mengirim pejabat tinggi, Menteri Kesehatan Alex Azar ke Taiwan.

Setelah Azar berkunjung ke Taiwan, Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe langsung melakukan panggilan telepon dengan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, Kamis (6/8).

Dalam panggilan telepon selama 90 menit tersebut, Wei memperingatkan Esper untuk menghentikan kata-kata dan perbuatan yang salah serta menghindari tindakan bebahaya yang bisa memperburuk situasi.


Kantor Berita Xinhua melaporkan, Wei langsung merujuk isu Taiwan dan Laut China Selatan.

Kendati begitu, dilansir AFP, menurut Pentagon, Esper mengatakan kepada Wei, China lah yang saat ini melakukan kegiatan destabilisasi, bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda mundur ketika AS menolak klaim kedaulatannya, baik di Taiwan maupun Laut China Selatan.

"(Esper) menyerukan transparansi China yang lebih besar tentang Covid, menyatakan keprihatinan tentang aktivitas destabilisasi China di sekitar Taiwan di Laut Cina Selatan dan meminta China untuk menghormati kewajiban internasional," ungkap jurubicara Departemen Pertahanan AS, Jonathan Hoffman.

Selain Wei, jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin meminta agar kunjungan Azar ke Taiwan dibatalkan karena tidak sesuai dengan prinsip "Satu China".

"China dengan tegas menentang pertukaran resmi antara AS dan Taiwan. Kami mendesak AS untuk mematuhi prinsip 'Satu China' untuk menghindari bahaya serius hubungan China-AS, serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," ujar Wang.

Pada Rabu (5/8), Azar melakukan kunjungan ke Taiwan bersama dengan delegasi lainnya. Ia menjadi anggota kabinet AS paling tinggi yang pernah mengunjungi Taiwan sejak 1979.

Dalam kunjungannya, Azar bertemu dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen dan pejabat lainnya.

Selama ini, China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun Taiwan sendiri enggan untuk tunduk pada kebijakan "satu negara, dua sistem", terlebih dalam masa pemerintahan Tsai dari Partai Progresif Demokratik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya