Berita

Perdana Menteri Ismail Ould Bedde Ould Cheikh Sidiya/Net

Dunia

PM Mauritania Dan Jajarannya Mengundurkan Diri, Mohamed Ould Ghazouani Ditunjuk Sebagai Pengganti

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 06:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Mauritania, Ismail Ould Cheikh Sidiya, beserta seluruh jajaran pemerintahannya resmi mengundurkan diri pada Kamis (6/8), sehari setelah penyelidikan dugaan korupsi di bawah pemerintahan sebelumnya.

Sebagai gantinya, Presiden Mauritania Mohamed Ould Ghazouani menunjuk Mohamed Ould Bilal, mantan kepala beberapa badan negara sebagai Perdana Menteri baru Mauritania, seperti dikutip dari AFP, Kamis (6/8).

Tahun ini sistem politik di Mauritania telah diguncang  oleh penyelidikan parlemen terhadap dugaan korupsi dalam pemerintahan mantan Presiden Mohamed Ould Abdel Aziz. Abdel Aziz telah mengundurkan diri tahun lalu setelah berkuasa selama satu dekade.


Ia kemudian digantikan Ghazouani, sekutu dekatnya setelah memenangkan pemilihan untuk menggantikannya. Kini Abdel Aziz tengah diselidiki atas kasus dugaan korupsi oleh tim penyelidik parlemen termasuk kesepakatan yang melibatkan proyek minyak lepas pantai.

Penyidik  memberikan laporan yang mendokumentasikan temuan mereka kepada jaksa penuntut umum pada Rabu (5/8). Laporan tersebut belum dipublikasikan tetapi beberapa menteri saat ini tengah diinterogasi  tentang dugaan korupsi yang terjadi dalam pengawasan mereka saat menjabat di posisi senior dalam pemerintahan Abdel Aziz.

Dalam sambutan singkatnya kepada wartawan pada hari Kamis (6/7), Perdana Menteri Ismail Ould Cheikh Sidiya mengatakan dia telah mengajukan pengunduran diri dari pemerintah kepada Ghazouani tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Presiden Mauritania Mohamed Ould Cheikh El Ghazouani pada hari Kamis memang tengah melakukan perombakan pemerintahan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya