Berita

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan bahwa Indonesia tidak akan terjebak dalam rivalitas negara adidaya di ranah internasional/RMOL

Dunia

Ogah Terjebak 'Perang Dingin Baru', Ini Tiga Pedoman Yang Dilakukan Indonesia

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 22:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di masa pandemik virus corona atau Covid-19 saat ini, rivalitas antara dua negara adidaya yakni Amerika Serikat dan China di ranah internasional bukannya merenggang, tapi malah menguat.

"Ini menjadi tantangan selama pandemik. Sebagai contoh, isu soal asal mula virus itu sendiri yang kemudian berimbas pada WHO serta adanya blaming games," kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dalam webinar bertajuk "Multilateralism during a pandemic: Indonesia's perspective" pada Kamis (6/8).

Situasi tersebut mengganggu solidaritas serta kerjasama global yang penting.


"Kabar buruknya, rivalitas ini memiliki potensi untuk memaksa negara lain untuk berpihak (pada salah satu kubu). Bahkan sejumlah analis menyebut bahwa a new Cold War (Perang Dingin baru) saat ini tengah dibuat," jelasnya.

Meski begitu, Retno menekankan bahwa di tengah situasi tersebut, Indonesia menolak untuk "terjebak" dalam rivalitas antar negara adidaya. Karena itulah, setidaknya ada tiga pedoman yang dipegang teguh oleh Indonesia dalam situasi itu.

"Pertama adalah prinsip politik luar negeri bebas aktif. Bagi Indonesia, semua negara kuat adalah penting dan merupakan partner strategis," papar Retno

"Baik kepada rekan di China maupun Amerika Serikat, saya selalu menekankan bahwa sebagian besar dari Anda adalah partner pentung untuk Indonesia," sambungnya.

Karena itulah, Retno menekankan bahwa dia tidak akan membiarkan Indonesia dipaksa untuk berpihak.

"Kepentingan nasional kita akan ditentukan oleh kebijakan luar negeri kita, dan bukan karena pengaruh eksternal," tegasnya.

Kemudian, pedoman kedua yang dipegang oleh Indonesia agar tidak terjebak dalam rivalitas negara adidaya adalah secara konsisten mendorong semua pihak untuk menghindari sikap provokatif dan retorik. Sebaliknya, Indonesia sangat mendorong untuk terjadinya dialog yang damai untuk menemukan jalan tengah dari perbedaan-perbedaan yang ada.

"Ini memang tampak klise, tapi pesan ini terus saya lanjutkan ke partner-partner kita," ujar Retno.

Sementara itu, pedoman ketiga yang dipegang oleh Indonesia adalah mempromosikan ASEAN Outlook terkait indo-pasifik.

"Ini dilakukan untuk memastikan kontribusi dinamis regional demi perdamaian, keamanan dan kesejahteraan. Hal ini juga penting saat kita sedang dalam upaya pulih dari Covid-19," demikian Retno.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya