Berita

Salah satu suku dari komunitas adat di Brasil/Net

Dunia

Suku Asli Brasil Terancam Punah Karena Covid-19, Mahkamah Agung Minta Bolsonaro Hentikan Orang Keluar Masuk Tanah Suku

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 08:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Melonjaknya angka kasus virus corona di antara komunitas adat Brasil telah memicu kekhawatiran akan musnahnya beberapa suku asli di negara itu. Mahkamah Agung Brasil pada Rabu (5/8) memutuskan bahwa pemerintah Presiden Jair Bolsonaro harus mengambil langkah pencegahan penyebaran virus corona ke komunitas adat yang rentan di negara itu.

Mayoritas hakim memilih untuk memberi tenggat waktu selama 30 hari kepada pemerintah agar segera menyusun rencana untuk mengurangi ancaman Covid-19 terhadap masyarakat adat, yang dikhawatirkan dapat memusnahkan beberapa suku, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/8).

Langkah-langkah yang harus diambil mencakup akses sanitasi, menghentikan orang luar agar tidak memasuki tanah suku yang dilindungi, dan mengisolasi penduduk.


Tetapi pengadilan telah berhenti memerintahkan pengusiran penebang liar dan penambang. Menurut pemimpin adat, penebang dan penambang liarlah yang telah menyebarkan virus ke daerah pedalaman.

Tindakan itu diminta oleh organisasi payung adat utama Brasil, APIB, yang didukung oleh enam partai politik oposisi yang mengkritik Bolsonaro karena menyangkal keseriusan wabah virus corona terburuk kedua di luar Amerika Serikat.

Menurut APIB, 631 penduduk asli telah meninggal karena Covid-19 dan 22.325 kasus telah dikonfirmasi di antara 850 ribu penduduk asli Brasil. Setengah dari 300 suku asli Brasil telah dikonfirmasi terinfeksi.

Pandemik membahayakan masyarakat adat yang tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan di bagian terpencil Amazon dan yang kehidupan komunalnya di bawah tempat tinggal besar membuat jarak sosial menjadi sesuatu yang mustahil.

Suku-suku tersebut kini menghadapi hilangnya tradisi budaya dengan kematian para tetua mereka yang terkena virus.

Salah satu pemimpin adat Brasil yang paling berpengaruh yang memimpin orang-orang Xingu Atas di Brasil tengah dan membantu menciptakan taman asli di sana, Aritana Yawalapiti meninggal karena Covid-19 di usia 71 tahun pada Rabu (5/8).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya