Berita

Asap mengepul di lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Ledakan mengguncangkan seluruh ibu kota/Net

Dunia

10 Dari 11 Pelaut Filipina Yang Hilang Dalam Ledakan Beirut Ditemukan, Satu Masih Dalam Pencarian

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kedutaan Besar Filipina di Lebanon pada Rabu (5/8) mengumumkan bahwa 10 dari 11 pelaut Filipina yang sebelumnya dilaporkan hilang saat musibah ledakan besar di Beirut telah ditemukan dalam kondisi aman dan selamat. Saat ini engah berada di bawah pengelolaan manajemen perusahaan pelayaran  tempat mereka bekerja.
 
Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan mengatakan 10 orang Filipina yang ditemukan itu hanya menderita luka ringan dan sekarang telah ditangani oleh Abu Merhi Cruises, perusahaan yang mengoperasikan Orient Queen Cruises, di Ibukota Lebanon.
 
Dari perkembangan terakhir, Kedutaan mengatakan masih ada satu pelaut Filipina yang  dinyatakan hilang, seperti dikutip dari MB, Rabu (5/8).
 

 
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri (DFA) mengatakan ada total 12 orang Filipina yang hilang, 8 luka-luka dan dua kematian akibat ledakan kuat yang melanda Beirut pada hari Selasa (4/8). Salah satu korban yang terluka dikatakan dalam kondisi serius tapi stabil.
 
Kedutaan akan memastikan kondisi para pelaut dan warga Filipina lainnya yang dilaporkan tengah dirawat di rumah sakit Lebanon.
 
DFA mengatakan ketika insiden ledakan terjadi MV Orient Queen tengah merapat di Pelabuhan Beirut, sekitar 400 meter dari zona ledakan. Para pelaut yang panik karena berpikir bahwa kapal akan tenggelam karena gelombang kejut yang kuat, memilih untuk melompat ke dalam air.  
 
Dua pelaut Filipina lainnya termasuk yang pertama diselamatkan setelah ledakan kembar itu dibawa ke rumah sakit karena cedera ringan dan sekarang tengah memulihkan diri di kedutaan.
 
Sementara itu, DFA memberi tahu publik bahwa semua personel kedutaan Filipina di Beirut aman tanpa melaporkan kerusakan fisik di lokasi. Lokasi kedutaan Filipina berjarak sekitar 20 menit dari pusat ledakan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya