Berita

Bandara Internasional Beirut Rafic Hariri/Net

Dunia

Bandara Beirut Rusak Imbas Ledakan, Penerbangan Keluar Masuk Tetap Berjalan Normal

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 16:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ledakan yang mengguncang Beirut pada Selasa (4/8) merusak bandara internasional di negara itu. Namun, penerbangan msuk dan keluar negara itu tetap beroperasi.

Bandara Internasional Beirut Rafic Hariri mengalami kerusakan yang cukup dalam ledakan pelabuhan yang sangat dahsyat. Setidaknya laporan terakhir menyebutkan jumlah korban meninggal ada 100 orang dan empat ribu lainnya luka-luka.

Bandara internasional negara itu berada di daerah Tahouitet Ghadir di Beirut, sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian.


Gambar yang diposting oleh kelompok kepentingan penerbangan Lebanon Plane Spotters menunjukkan jendela pecah dan langit-langit yang runtuh di pintu masuk kedatangan bandara.

Beberapa pengguna media sosial berkomentar bahwa ada kerusakan pada beberapa lounge di dalam gedung. Priority Pass, sebuah perusahaan yang menawarkan para pelancong akses ke ketiga area lounge di bandara Beirut, menegaskan bahwa mereka bekerja dengan mitra-mitra bandara di Lebanon untuk menilai situasi.

"Pikiran langsung kami adalah dengan orang-orang yang terkena dampak insiden ini," tambah juru bicara perusahaan.

Meskipun ada kerusakan di bandara, penerbangan yang beroperasi ke dan dari Beirut terus terbang sesuai jadwal.

Emirates mengkonfirmasi kepada The National bahwa penerbangan dari Dubai ke Beirut beroperasi sesuai jadwal. Maskapai ini terbang dua kali sehari ke ibukota Libanon dan kedua penerbangan yang direncanakan terbang pada 5 Juli beroperasi seperti biasa.

Etihad terbang setiap hari ke Libanon dari Abu Dhabi. Maskapai penerbangan nasional UEA juga mengkonfirmasi bahwa penerbangan ke dan dari Beirut akan beroperasi sesuai rencana.

Dan maskapai berbiaya rendah Dubai Flydubai mengatakan tidak ada perubahan pada layanannya.

"Penerbangan Flydubai ke Beirut saat ini beroperasi sesuai jadwal," kata juru bicara maskapai itu.

Middle East Airlines, maskapai nasional Libanon, memiliki lebih dari selusin penerbangan yang dijadwalkan beroperasi hari ini, 5 Juli.

Semua layanan diatur untuk berangkat pada atau di dekat waktu asli mereka sesuai dengan maskapai. Penerbangan beroperasi antara Beirut dan beberapa tujuan termasuk Turki, Arab Saudi, UEA, Belgia, Prancis dan Mesir.

Seorang juru bicara MEA mengatakan bahwa "tidak ada kerusakan serius yang terjadi pada armada MEA di darat," katanya dikutip dari TN, Rabu (5/8).

Bandara Internasional Beirut Rafic Hariri telah beroperasi dengan kapasitas penumpang yang berkurang sejak kembali beroperasi pada 1 Juli, setelah ditutup selama lebih dari tiga bulan karena virus korona.

Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan ledakan itu disebabkan oleh sekitar 2.750 ton pupuk pertanian ammonium nitrat yang telah disimpan selama bertahun-tahun di gudang tepi laut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya