Berita

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19/Net

Dunia

Serikat Dokter: Jerman Sudah Memasuki Gelombang Kedua Infeksi Covid-19

SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 15:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman dinyatakan sudah memasuki gelombang kedua infeksi virus corona baru dengan menyia-nyiakan keberhasilan penanganan awal wabah.

Serikat dokter Jerman mengatakan, kerinduan warga pada kehidupan normal membuat mereka berani melanggar aturan jarak sosial sehingga akhirnya berisiko dan menciptakan gelombang baru.

"Kita sudah dalam (gelombang) kedua, kenaikan yang masih dangkal," ujar Presiden Serikat Dokter Jerman Marburger Bund, Susanne Johna, kepada surat kabar Augsburger Allgemeine yang diterbitkan pada Selasa (4/8).


Ia mengatakan, tindakan warga yang telah melanggar aturan walaupun sekecil apapun sudah menggerogoti keberhasilan yang telah dicapai oleh Jerman hingga sejauh ini.

Untuk itu, Johna mendesak agar warga tetap berpegang pada aturan menjaga kebersihan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Dalam beberapa pekan terakhir, para pakar kesehatan memang sudah menyoroti kurangnya kepatuhan warga terkait aturan kebersihan dan jarak sosial yang bisa menyebarkan virus ke seluruh masyarakat.

Dengan kondisi lonjakan kasus baru Covid-19 saat ini, Johna mengatakan, walaupun rumah sakit sudah disiapkan namun secara bertahap akan mulai terhuyung-huyung.

Robert Koch Institute (RKI) pada Selasa melaporkan 879 kasus baru Covid-19 sehingga totalnya menjadi 211.281 di seluruh Jerman. Angka kematian juga bertambah menjadi 9.156.

Sementara itu, berdasarkan data DIVI, ada 21 ribu tempat perawatan intensif di Jerman, di mana sekitar 12.200 di antaranya gratis. Per Senin (2/8), ada 270 pasien Covid-19 yang berada dalam perawatan intensif, 130 di antaranya diventilasi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya