Berita

Rudal-rudal Korea Utara/Net

Dunia

PBB: Korea Utara Lanjutkan Program Senjata Nuklir, Kena Sanksi Lagi?

SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 08:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah laporan rahasia PBB yang bocor menunjukkan, Korea Utara sedang melanjutkan program senjata nuklir dengan mengembangkan perangkat nukli iniatur agar sesuai dengan rudal balistiknya.

Laporan tersebut berdasarkan hasil pemantauan panel ahli independen tekait negara-negara yang dikenai sanksi oleh PBB. Panel meyakini, enam uji coba rudal yang dilakukan Pyongyang beberapa waktu lalu digunakan untuk mengembangkan perangkat rudal mini.

Dikutip dari Reuters, laporan tersebut diserahkan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB pada Senin (3/8).


"Republik Rakyat Demokratik Korea (RRD Korea) sedang melanjutkan program nuklirnya, termasuk produksi uranium yang sangat diperkaya dan pembangunan reaktor air ringan eksperimental," bunyi laporan tersebut.

"Satu negara anggota menilai RRD Korea sedang melanjutkan produksi senjata nuklir," tambah laporan tersebut tanpa mengidentifikasi siapa negara tersebut.

Lebih lanjut, laporan tersebut menyebut, Korea Utara kemungkinan tengah mengembangkan miniaturisasi untuk menggabungkan peningkatan teknologi seperti paket bantuan penetrasi atau berpotensi untuk mengembangkan beberapa sistem hulu ledak.

Sejak September 2017, Korea Utara diketahui belum pernah melakukan uji coba nuklir lagi. Pemimpin Tertingginya, Kim Jong Un, pada pekan lalu mengatakan, senjata nuklir Korea Utara menjadi jaminan keamanan dan masa depan meski terdapat tekanan dari luar.

PBB sendiri sudah menjatuhkan sanksi kepada Korea Selatan sejak 2005 terkait program nuklir dan rudal balistiknya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya