Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jelang Latihan Militer AS, China Kerahkan Jet Tempur Dan Kapal Perang Ke Kepulauan Spratly

SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 08:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China kembali mengerahkan kapal perang dan jet tempurnya ke Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang disengketakan. Pengerahan dilakukan menjelang latihan militer besar-besaran yang akan dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) pada 17 hingga 31 Agustus.

Berdasarkan laporan media pemerintah China yang dikutip RFA pada Senin (3/8), jet tempur canggih China sudah terbang ke pangkalan yang diduduki Beijing di Subi Reef, Kepulauan Spratly dalam sepekan terakhir.

Penyiar pemerintah China yang berbasis di Provinsi Hunan juga menayangkan dokumenter brigade Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) yang terlibat dalam latihan itu akhir pekan lalu.


Di dalam video tersebut tampak empat jet tempur Su-30MKK dilaporkan melakukan pengisian bahan bakar di udara saat dalam penerbangan 10 jam ke Subi Reef. Komandan brigade mencatat, itu adlaha rekor penerbangan jarak jauh PLAAF.

Namun, para ahli di China Aerospace Studies Institute (CASI) mengatakan, membutuhkan waktu kurang dari 10 jam untuk terbang langsung ke Subi dari Changsham markas PLAAF di Hunan.

"Matematika dalam perjalanan 10 jam tidak masuk akal. Jaraknya sekitar 1.300 mil dari Changsha ke Spratly, yang seharusnya hanya memakan waktu dua hingga tiga jam dengan kecepatan jelajah yang khas. Pada 10 jam perjalanan pulang pergi, itu berarti mereka terbang dengan kecepatan 260mph yang tidak mungkin," ujar Direktur CASI, Brendan Mulvaney.

Subi Reef merupakan salah satu dari empat pulau buatan terbesar China di Spratly, terletak di bagian setalan Laut China Selatan yang diklaim oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, Taiwan, dan China.

Selain jet temput, citra satelit kemarin, Senin pagi, menunjukkan dua kapal Penjaga Pantai China terletak di sana.

Letak Subi Reef sendiri kurang dari 13 mil laut dari Pulau Thitu, sebuah fitur yang ditempati oleh Filipina baru-baru ini. Namun, fasilitas Thitu masih belum semumpuni Subi, yang memiliki landasan pacu 3.000 meter, susunan radar dan komunikasi, dan tempat berlindung untuk baterai rudal.

China juga dilaporkan sudah mengerahkan dua kapal perang ke Michief Reef yang terletak sekitar 150 mil dari Pulau Palawan, Filipina. Citra satelit menunjukkan sebuah fregat Tipe 054A dan korvet Type 056 beroperasi bersama Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) yang berlayar di laguna ekspansif Mischief Reef pada Minggu (2/8).

Mulai pertengahan hingga akhir Agustus, AS akan melakukan latihan militer di dekat Hawaii yang akan dihadiri oleh negara-negara di Indo-Pasifik,  termasuk Vietnam, Australia, Brunei, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Indonesia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya