Berita

Pengobatan terbaru Synairgen terbukti ambuh kurangi keparahan pasien Covid-19/Net

Kesehatan

Gunakan Interferon Beta, Pengobatan Terbaru Ala Synairgen Terbukti Tingkatkan Peluang Sembuh Pasien Covid-19

SELASA, 21 JULI 2020 | 13:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah pengobatan baru yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Synairgen yang berbasis di Southampton, Inggris, terbukti ampuh mengurangi tingkat keparahan pasien Covid-19.

Pengobatan eksperimental tersebut dikembangkan menggunakan protein interferon beta, yang diproduksi secara alami oleh tubuh ketika melawan infeksi virus.

Selama uji coba, protein tersebut dihirup langsung ke paru-paru pasien yang terinfeksi virus menggunakan nebuliser untuk merangsang respons imun.


Pada awalnya, seorang ilmuwan yang terlibat dalam uji coba, Tom Wilkinson mengatakan, pengobatan tersebut mampu mengurangi gejala parah pasien Covid-19 hingga 79 persen.

Menurutnya pasien yang melakukan uji coba mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam gejala sesak rapas. Selain itu, rata-rata waktu yang dihabiskan pasien di rumah sakit menjadi berkurang sepertiga ketika mendapatkan pengobatan tersebut.

Synairgen mengklaim, pasien yang telah menjalani perawatan dua hingga tiga kali kemungkinan bisa pulih seperti sedia kala.

"Kami tidak bisa mengharapkan hasil yang lebih baik daripada ini," ujar CEO Synairgen, Richard Marsden mengatakan kepada BBC.

Profesor imunofarmakologi dari University of Southampton sekaligus salah satu pendiri Synairgen, Stephen Holgate mengatakan, virus corona diketahui telah berevolusi untuk menghindari tanggapan antivirus awal paru-paru.

“Perawatan kami untuk memberikan konsentrasi interferon beta lokal yang tinggi, protein antivirus yang terjadi secara alami, mengembalikan kemampuan paru-paru untuk menetralkan virus,” tambahnya.

Sementara banyak yang mengembangkan pengobatan Covid-19, perkembangan vaksin tetap menjadi standar emas dalam perlindungan virus.

Saat ini, beberapa perusahaan bioteknologi di sejumlah negara telah mengembangkan uji klinis vaksin Covid-19 agar bisa segera didistribusikan, setidaknya pada kuartal pertama tahun depan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya