Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Net

Politik

Pesimistis Jokowi Lockdown Bikin Ekonomi Minus 17 Persen, Dradjad Wibowo: Presiden Dapat Masukan Salah!

SABTU, 18 JULI 2020 | 00:09 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pesimistis yang disampaikan Presiden Joko Widodo mengenai kontraksi ekonomi hingga minus 17 persen bila memilih langkah lockdown di masa pandemik Covid-19 dibantah mentah-mentah.

Menurut ekonom senior Dradjad Wibowo, kekhawatiran tersebut sebenarnya tak akan terjadi bila pemerintah benar-benar menjaga kesehatan masyarakat sejak awal kemunculan Covid-19.

"Saya rasa presiden mendapatkan masukan yang salah. Karena apa? Karena bukti-bukti ilimiah membuktikan negara yang dengan cepat melakukan public health restriction, atau non-pharmaceutical intervention itu menunjukkan bahwa negara yang cepat melakukan restriksi lagi," ujar Dradjad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/7).


"Itu justru ekoniminya lebih cepat pulih tumbuh," tambahnya.

Hal itu dikatakannya ketika merujuk pada fakta ilmiah dari kasus pandemik flu di tahun 1918. Ciri yang sama ditunjukkan pada pandemik Covid-19 saat ini, di mana New Zealand dan Taiwan merujuk fakta ilmiah tersebut guna menyelamatkan masyarakat dan ekonomi nasional mereka.

"Nah, di tahun 2020 temuan ilmiah itu juga didukung oleh apa yang terjadi di New Zealand dan di Taiwan. Jadi, Taiwan dan New Zealand itu cepat sekali melakukan restriksi sehingga dia cepat sekali mengatasi pandemik," katanya.

Di New Zealand sendiri, kata Dradjad, pada puncak lockdown atau karantina wilayahnya di kuartal pertama tahun 2020 hanya mengalami kontraksi 0,2 persen, sedangkan berdasarkan year on year (YOY) hanya minus 1,5 persen.

"Artinya apa? Bahkan dalam puncak-puncak lockdown saja itu kontraksi di New Zealand tidak terlalu besar. Sementara mereka sekarang sudah berhasil menekan kasus Covid-19 menjadi nol," tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya