Berita

Perpecahan antara kelompok Hamas dan Fatah di Palestina merupakan salah satu hambatan utama mencapai perdamaian di Palestina/Ilustrasi RMOL

Dunia

Tanpa Pesatuan, Hamas Dan Fatah Akan Selalu Jadi Mainan Israel

KAMIS, 16 JULI 2020 | 23:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Masalah utama yang terjadi di Palestina bukan hanya soal penindasan yang dilakukan oleh Israel, tapi juga perpecahan di dalam bangsa Palestina itu sendiri. Hal tersebut menjadi hambatan tersendiri bagi Palesina untuk mencapai perdamaian.

Begitu kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Azyumardi Azra dalam webinar internasional bertajuk "Stop Israel’s Imperialism" yang digelar pada Kamis sore (16/7).

Menurutnya, masalah Palestina yang sudah berlangsung selama 72 tahun tidak akan pernah selesai jika perpecahan antara kelompok Hamas dan Fatah tidak dibenahi.


"Kesatuan antara bangsa Palestina itu sendiri perlu dibangun antara Fatah di Tepi Barat dan Hamas di Gaza. Masih terjadi pertarungan dan kontestasi di antara kedua kelompok tersebut," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

"Selama kedua pihak ini belum bersatu, maka masalah Palestina akan sulit dipecahkan. Kedua kelompok Palestina ini hanya akan menjadi mainan bagi Israel," tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya