Berita

Hagia Sophia di Istanbul, Turki/Net

Politik

Hagia Sophia Jadi Bukti Keberanian Erdogan Bangkitkan Islam

MINGGU, 12 JULI 2020 | 10:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketegasan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengembalikan Hagia Sophia menjadi tempat ibadah umat Islam diacungi jempol oleh politisi PKS Nasir Djamil.

Menurutnya, ketegasan itu menjadi tanda Erdogan memang berdaulat sebagai seorang pemimpin yang pro rakyat, utamanya umat Islam. Erdogan tidak tunduk dengan kecaman yang datang atas kebijakan tersebut, termasuk dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

“Erdogan memang sangat berdaulat. Meskipun disesalkan oleh Unesco, Erdogan tetap tidak menyerah,” ujar Nasir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/7).


Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS ini mengatakan, Erdogan sudah sejak lama ingin mengembalikan fungsi Hagia Sophia sebagai masjid. Dalam rencana itu, Erdogan tidak ingin melibatkan UNESCO karena menilai organisasi tersebut tidak banyak memberi bantuan.

UNESCO tampak diam saat sejumlah situs budaya agama Islam dihancurkan dalam perang di Afghanistan, Suriah, Irak, dan Pakistan.

“UNESCO juga enggak bisa berbuat banyak. Sepertinya, UNESCO enggak bisa melindungi, situs-situs itu juga,” kata Nasir.

Atas alasan itu, Nasir Djamil menilai pengembalian fungsi Hagia Sophia sebagai masjid adalah tanda kebangkitan Islam di dunia.

“Ini bukti keberanian Erdogan dan bisa saja ini bagian dari kebangkitan Islam,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya