Berita

Politisi PPP, Achmad Baidowi/RMOL

Politik

Jokowi Geram WFH Malah Seperti Ajang Cuti Menteri, PPP: Kemarahan Presiden Harus Jadi Pelecut Semangat

SABTU, 11 JULI 2020 | 00:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan kemarahannya kepada para pembantunya. Kali ini, kemarahannya tersebut disampaikan kepada para menteri yang memiliki anggaran besar.

Politisi PPP Achmad Baidowi mengatakan,  kebijakan work from home tidak memiliki standar yang terukur dan hal itu membuat sejumlah kinerja menteri terbengkalai sehingga wajar jika Presiden Joko Widodo kecewa.

“Kalau boleh menilai memang WFH itu standarnya tidak terukur, namanya saja WFH pasti banyak yang terbengkalai. Paling tidak, dalam WFH skala prioritas diutamakan. Kaitan dengan  itu, maka sejumlah target banyak yang meleset sehingga muncullah kekecewaan dari presiden,” ujar Awiek -sapaan akrabnya- kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/7).


“Sebabnya, WFH seperti tidak berdampak pada kebijakan di tengah pandemik Covid-19. Maka bahasa seperti cuti harus disampaikan presiden,” imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa kemarahan presiden seharusnya menjadi pecutan bagi para menterinya untuk bekerja lebih cepat dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Kemarahan presiden harus dimaknai sebagai pelecut semangat bagi para menteri untuk bekerja lebih maksimal dan mengambil terobosan luar biasa,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya