Berita

Penanganan pasien Covid-19/Net

Dunia

Kedubes China Peringatkan Ada Wabah Pneumonia Mematikan, Kazakhstan: Hoax

JUMAT, 10 JULI 2020 | 17:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kazakhstan menyanggah klaim Kedutaan Besar China yang menyatakan telah terjadi wabah pneumonia yang lebih berbahaya dibanding Covid-19.

Kementerian Kesehatan Kazakhstan pada Jumat (10/7) mengatakan, laporan mengenai wabah pneumonia yang dikeluarkan Kedutaan Besar China adalah berita palsu.

"Informasi yang dipublikasikan oleh beberapa media China mengenai jenis pneumonia baru di Kazakhstan tidak benar," tegas kementerian seperti dikutip Reuters.


Pada Kamis malam (9/7), Kedutaan Besar China memberikan peringatan kepada warganya di Kazakhstan melalui akun resmi WeChat. Kedutaan menyebut telah terjadi peningkatan kasus pneumonia misterius di Atyrau, Aktobe, dan Shymkent sejak pertengahan Juni.  

Dalam pernyataannya, kedutaan juga mengatakan pneumonia di Kazakhstan sudah menewaskan 1.772 orang pada enam bulan pertama 2020, dengan 628 kematian pada Juni, termasuk warga negara China.

"Tingkat kematian penyakit ini jauh lebih tinggi daripada pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru," kata kedutaan.

Kedutaan juga mengungkap, penyebab dari pneumonia tersebut masih diteliti oleh Kementerian Kesehatan Kazakhstan dan lembaga kesehatan lainnya.

Sementara itu, saat ini Kazakhstan sudah melaporkan hampir 55.000 kasus Covid-19 dengan 264 kematian.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya