Berita

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Nasdem, Charles Meikyansah/RMOL

Politik

Mentan Tak Dilibatkan Program Ketahanan Pangan, Charles Meikyansah: Memang Tidak, Kan Bukan Produksi Pangan

RABU, 08 JULI 2020 | 10:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo tidak diikutsertakan dalam program ketahanan pangan nasional oleh Presiden Joko Widodo. Presiden hanya menunjuk tiga menteri yakni Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Padahal, publik beranggapan bahwa Kementan merupakan representasi dari program ketahanan pangan. Namun, tidak dilibatkan.

Menjawab polemik tersebut, anggota Komisi IV DPR, Charles Meikyansah mengatakan bahwa Kementan tidak diikutsertakan dalam program tersebut lantaran saat ini baru sebatas proses pembangunan ketahanan pangan, bukan produksi pangan.


"Food estate atau lumbung pangan nasional itu akan dikerjakan oleh Kementan, sedangkan yang di luar itu, wacana 700 ribu hektar itu memang Mentan tidak dilibatkan, karena enggak bisa proses produksi, harus pembangunan dulu. Infrastrukturnya dibangun dulu," ujar Charles kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/7).

Syahrul Yasin Limpo dan Charles Meikyansah adalah sama-sama kader Partai Nasdem.

Charles menjelaskan, peran Menteri BUMN, Menteri PUPR dan Menhan penting dalam proses pembangunan infrastruktur pada program ketahanan pangan sebesar 700 ribu hektar tersebut.

Pasalnya, lahan 700 ribu hektar itu yang merupakan lahan gambut bakal dibangun agar mendapatkan lahan yang layak untuk produksi pangan.

"Siapa yang bekerja, itu ada PUPR, ada kementerian lain. Bahkan BPN (Bappenas) pun terlibat karena itu ada masalah tanahnya juga. Jadi memang sekali lagi memang (Kementan) tidak dilibatkan," imbuhnya.

Dia  menjelaskan tupoksi Kementan menjaga ketahanan pangan dan produksi pangan. Dua hal itu yang menjadi fokus Kementan di lahan Kalimantan Tengah, Kapuas dan di Sumatera Selatan dengan besaran 100 ribuan hektar.

"Nah, Mentan disuruh kerja di situ tuh, kalau hari ini dikerjakan, pengairannya ada, lahan udah siap, bibit dan tenaga ahli maupun tenaga memperkerjakan sudah ada, itu kalau mau dikerjakan sudah bisa. Tapi kalau persepsi yang tadi 700 ribu sampai 1 juta hektar memang lahannya belum siap, jadi itu bukan tupoksinya Kementan, tapi PUPR," demikian Charles Meikyansah.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya