Berita

Pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional oleh Bareskrim Polri/RMOL

Presisi

Operasi Halilintar 2020, Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 159 Kg Sabu Dan 3.000 Ekstasi

KAMIS, 25 JUNI 2020 | 15:39 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional jenis sabu berhasil diungkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Setidaknya, sabu seberat 159 kilogram, 3.000 butir ekstasi, dan 5.300 butir H-5/Erimin-5 diungkap dalam operasi Halilintar 2020.

"Sindikat kejahatan narkoba terorganisir internasional akan memanfaatkan situasi (pandemik Covid-19) ini dengan menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar melalui jalur laut ke wilayah NKRI," kata Kabareskrim Polri Komjen, Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/6).


Narkoba tersebut rencananya akan diangkut pelaku menggunakan transportasi laut (kapal ikan) yang dibawa menuju Jakarta dan akan diedarkan ke kota-kota lain dengan memanfaatkan jasa pengiriman logistik.

"Informasi tersebut kemudian dianalisa guna dinilai validitasnya, sehingga Ditipidnarkoba Bareskrim Polri memandang perlu untuk menyelenggarakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sandi 'Halilintar 2020' sejak tanggal 20 Mei 2020 dengan melibatkan kekuatan Korps Brimob Polri, Baintelkam Polri dan Bea dan Cukai, serta Kemenkeu RI," ujarnya.

Ia mengurai, pihaknya menangkap seorang perempuan berinisial ES dengan sabu seberat 35 kg pada Rabu (27/5) sekitar pukul 16.30 WIB, di sebuah gudang bekas bengkel las di Jalan Ujung Harapan, Kampung Pulo Asem, Kelurahan Babelan Kota, Kabupaten Bekasi.

"Dari hasil penyidikan diketahui bahwa penyebaran termonitor di wilayah Sumatera, yaitu di Pekanbaru Riau," ucapnya.

Selanjutnya, pada Kamis (18/6), sekira pukul 17.45 WIB, tim kembali menangkap salah satu anggota jaringan tersebut, yaitu SD dan DI di depan Bank BTN, Kcp Panam, Jalan HR Soebrantas Panam, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.

"Barang bukti yang disita 5 kilogram sabu, 3.000 butir ekstasi dan 300 butir H-5/Erimin-5. Dari hasil analisa bahwa suply narkotika sabu dalam jumlah random dari Malaysia ke Aceh akan berlanjut melalui jalur laut dengan sistem ship to ship pada Minggu 21 Juni 2020, sekira pukul 23.00 WIB," ungkap Listyo.

Kemudian saat melakukan patroli bersama Bea dan Cukai di Perairan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, petugas menangkap kapal motor KM Teupin Jaya berbendera Indonesia yang telah mengangkut sabu dari Malaysia sebanyak 119 kilogram.

"Sabu diangkut oleh tiga orang pelaku yaitu US, SY, IR. Dari hasil interogasi bahwa sabu didapatkan dari seseorang WN Malaysia di Perairan Batu Putih Malaysia dengan cara ship to ship," ungkapanya.

Barang bukti yang telah disita yakni 35 kilogram sabu, satu timbangan besar, tiga handphone dan uang Rp 700 ribu di lokasi penangkapan pertama. Lima kilogram sabu, 3.000 butir ekstasi, 300 butir H-5/Erimin-5, dua handphone dan uang Rp 900 ribu di lokasi kedua.

"TKP ketiga 119 kilogram sabu, satu kapal motor KM Teupin Jaya GT.6 NO.29/NAD.7, empat handphone dan satu telepon satelit. Pengungkapan ini berhasil menyelamatkan kurang lebih 640.0000 jiwa manusia," tutupnya.

Saat ini, Polisi sudah mengamankan pelaku yakni ES (48), SD (42), US (46), SY (26) dan IR (24). Para tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 13 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 subsider Pasal 112 dan 115. Para tersangka terancam hukuman mati.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya