Berita

Ilustrasi bawang putih/Net

Bisnis

Stok Bawang Putih Cukup, Pedagang Khawatirkan Para Penimbun Dan Pemain Harga

RABU, 17 JUNI 2020 | 22:51 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Sejak diberlakukan Permendag 27/2020 terkait relaksasi impor bawang putih dan bombay, harga bawang putih dan bombay sejak April kembali turun bahkan sampai ke tingkat paling rendah.

Sebelum relaksasi terlebih di masa pandemik Covid 19, harga bawang putih melonjak naik sampai Rp.  60.000 per kilogram. Lebih parah bawang bombay sampai Rp 120.000 per kilogram. Ketika relaksasi kedua komoditi impor tersebut turun drastis. Bawang putih menjadi rata-rata Rp 25.000 per kilogram dan bombay Rp 20.000 per kilogram.

Dengan berakhirnya relaksasi impor per 31 Mei 2020 menimbulkan kekhawatiran di pedagang terjadinya permainan harga kembali seperti sebelumnya yang diduga dilakukan segelintir importir.


Meskipun menurut penjelasan Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto jumlah Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang diterbitkan per Maret 2020 sudah mencapai 450 ribu ton,  namun jumlah tersebut tidak menjamin harga bawang putih tetap stabil seperti sekarang ini.

Seperti yang dikatakan pedagang bawang putih Pasar Induk Kramat Jati, Khairul Piliang. Ia meyakini adanya lonjakan harga bawang putih usai berakhirnya relaksasi impor dan diberlakukan kembali kuota impor.

"Jika diberlakukan pasti naik, bulan depan pasti harga udah di atas Rp 15.000 lagi gambaran saya," ucapnya di Jakarta, Rabu (17/6).

Tak hanya itu, bahkan dirinya juga mengkhawatirkan adanya penimbunan stok bawang putih ketika harga mulai naik.

"Udah pasti itu (penimbunan), kalau saya orang pasar, mahal dibeli, mahal dijual, harusnya bebaskan saja impor," tegasnya.

Sebenarnya, lanjut Khairul, pemerintah sangat mudah untuk melacak kenapa harga bawang putih mengalami kenaikan.

"Data impor barang itu kan ada, sebenarnya kalau menteri perdagangan itu gampang amat, Ditanya aja ke Cina pasarnya berapa, bulan ini, misalnya harga 5000 atau 7000, ini kenapa dijual 25.000 sampai 30.000 disini. Biaya sekian, kan gitu aja gak ada susahnya. Kan di Cina itu kebuka, kenapa disini bisa sampai 40.000, gampang itu lacaknya. Cuman itu tadi, ada udang dibalik batu atau batu dibalik udang, itu aja," jelasnya.

Sementara itu, Syaiful Bahari, salah satu pemerhati pertanian mengatakan, harga bawang putih dan bombay yang dinikmati masyarakat saat ini adalah harga yang sebenarnya.

"Jadi kalau setelah berakhirnya relaksasi harga kembali naik berarti ada rekayasa dan permainan harga seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Menurutnya, tidak ada alasan harga kembali naik karena sekarang ini panen raya bawang putih di China kurang lebih 7 juta ton, lebih tinggi dari tahun sebelumnya berkisar 5 juta ton.

"Harga bawang putih di China sampai pelabuhan Indonesia antara 450 sampai 500 dolar Amerika per ton. Harga tersebut bisa jadi patokan berapa harga yang seharusnya dibeli oleh masyarakat. Asal tidak ada penimbunan dan rekayasa harga konsumen bisa menikmati harga bawang putih yang wajar sepanjang tahun," tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya