Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Pukul-Rataisme

KAMIS, 11 JUNI 2020 | 07:56 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PROTES anti-rasisme di Amerika Serikat (AS) telah menjalar ke beberapa negara lain.

Israel

Di Israel, ribuan warga berunjuk-ras bukan hanya untuk protes atas pembinasaan George Floyd, namun juga menentang rencana aneksasi Tepi Barat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.


Dengan masker dan aturan jaga jarak, yang tidak selalu dipatuhi, para demonstran turun ke jalan sambil mengibarkan bendera Palestina dan Israel.

Para unjuk-rasawan juga membawa spanduk bertuliskan "Palestinian Lives Matter". Slogan tersebut terinspirasi "Black Lives Matter" yang digunakan dalam protes anti-rasisme di AS.

Anti Israel


Demonstrasi anti Israel di Israel juga telah mendapat perhatian mantan capres AS dari Partai Demokrat, Senator Bernie Sanders.

"Tidak pernah lebih penting untuk membela keadilan, dan untuk memperjuangkan masa depan yang kita semua pantas dapatkan," kata Sanders dalam sebuah video seperti dikutip Reuters.

"Terserah kita semua untuk berdiri di hadapan para pemimpin otoriter dan membangun masa depan yang damai bagi setiap warga Palestina dan setiap warga Israel".

Berdasarkan hasil jajak pendapat, minimal 50 persen warga Israel memang menentang rencana Netanyahu untuk menganeksasi Tepi Barat yang dihuni oleh Palestina sesuai dengan kesepakatan 1967.

Sebelumnya, Netanyahu sudah menetapkan 1 Juli 2020 sebagai tanggal untuk memulai rencana aneksasi Tepi Barat sebagai bagian dari rencana perdamaian Timur Tengah yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump awal tahun 2020.

Pukul-Rataisme


Unjuk rasa protes yang dilakukan oleh warga Israel yang mayoritas Yahudi terhadap kebijakan pemerintah Israel menggusur kaum Palestina pada hakikatnya merupakan koreksi terhadap tradisi pukul-ratisme sebagai landasan rasisme.

Jika ada seorang manusia melakukan perbuatan buruk maka lazimnya seluruh ras yang kebetulan dimiliki oleh sang pelaku buruk langsung dipukul-rata sebagai buruk pula.

Jika ada seorang China melakukan perilaku kriminal, maka langsung seluruh insan yang kebetulan ras China dipukul-rata sebagai kriminal.

Jika ada warga Belanda melakukan penjajahan, maka seluruh bangsa Belanda dianggap penjajah meski pada kenyataan Douwes Dekker anti kolonialisme.

Akibat Adolf Hitler membantai kaum Yahudi, maka seluruh orang Jerman dianggap jahat tanpa peduli bahwa Oskar Schindler menyelamatkan ribuan nyawa Yahudi.

Jika Benjamin Netanyahu yang kebetulan Yahudi menindas kaum Palestina, maka langsung segenap kaum Yahudi dipukul-rata sebagai penindas Palestina.

Peradaban


Akibat penindasan Israel terhadap Palestina, kekeliruan pukul-rataisme semula juga saya lakukan terhadap kaum Yahudi sebagai kaum penindas tidak berperikemanusiaan.

Sampai pada suatu saat di London saya melihat dengan mata di kepala sendiri bagaimana sekelompok warga Yahudi mengenakan busana keagamaan Yahudi turun ke jalan demi protes keangkaramurkaan Israel menindas Palestina baru saya menyadari kekeliruan pukul-rataisme saya terhadap kaum Yahudi.

Apalagi setelah menerima berita tentang protes warga Israel terhadap aneksasi wilayah Palestina saya makin meyakini bahwa anggapan pukul-rata terhadap ras tertentu menjadi narasumber kekeliruan prasangka terparah dalam peradaban umat manusia yang menebar wabah virus kebencian di planet bumi.

Memang nila setitik bisa merusak susu sebelengga namun makin tinggi taraf peradaban manusia makin besar pula upaya mencegah jangan sampai nila setitik merusak susu sebelangga.

Berupaya mengoreksi kekeliruan merupakan enerji utama penggerak mekanisme peradaban umat manusia di planet bumi ini.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya