Berita

Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Rekor Baru Positif Covid -19, Saleh Daulay: Kalau Ini Karena Pelonggaran PSBB, Pemerintah Harus Kaji Ulang

SELASA, 09 JUNI 2020 | 17:09 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rekor baru hari ini dicatatkan masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 yang menyentuh angka 1.043 orang. Peningkatan ini terjadi di masa transisi PSBB menuju era new normal.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyampaikan adanya peningkatan yang cukup besar ini cukup mengkhawatirkan.

“Tentu kita merasa khawatir dengan adanya peningkatan jumlah orang yang terpapar Covid-19,” ujar Saleh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/6).


Saleh menekankan bahwa penambahan yang tinggi itu harus disikapi serius oleh pemerintah yang belakangan getol mengkampanyekan era new normal.

“Karena itu, kita mendesak pemerintah untuk melakukan studi dan kajian yang serius terkait dengan faktor penyebab, dari naiknya jumlah orang yang terpapar itu,” imbuhnya.

Politisi Partai Amanat Nasional menyebutkan, ada beberapa indikator yang bisa jadi menyebabkan peningkatan positif Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam ini.

“Apakah jumlah yang terpapar itu, naiknya karena adanya kebijakan new normal atau pelonggaran PSBB, atau justru kenaikan itu disebabkan makin masifnya dilakukan rapid test dan PCR atau juga swab itu,” katanya.

Saleh meminta agar pemerintah untuk segera melakukan evaluasi mengenai kebijakan new normal atau masa transisi guna mengantisipasi melonjaknya warga terpapar Covid-19.

“Tiga hal ini jadi berkaitan, apakah ada new normal, justru jangan-jangan ini kan bisa jadi karena masifnya rapid test masyarakat. Dikarenakan pelonggaran tentu pemerintah harus evaluasi kembali kebijakan itu,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya