Berita

Politisi muda PKB, Yaqut Cholil Qoumas/Net

Politik

Gus Yaqut: Faksi Memang Ada Di Istana, Tapi Tidak Sampai Mengkudeta Jokowi

SENIN, 08 JUNI 2020 | 13:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politisi muda PKB, Yaqut Cholil Qoumas tidak memungkiri adanya faksi di pemerintahan Presiden Jokow Widodo.

Hanya saja, faksi-faksi tersebut hanya sebatas merebut kekuasaan, tidak sampai dengan upaya memakzulkan sang kepala negara seperti yang diisukan.

"Sejujurnya faksi itu kan selalu ada dan tidak bisa dihindarkan. Tetapi apakah akan melakukan kudeta, saya pikir kok tidak sampai sana. Paling faksi ini hanya berebut reasource yang memang melimpah di sekitar kekuasaan," kata Gus Yaqut sapaan akrabnya kepada redaksi, Senin (8/6).


Anggota DPR ini menjelaskan, memakzulkan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat tidaklah mudah, lantaran banyaknya mekanisme serta prosedural yang harus dilewati.

"Lagian, tidak mudah menjatuhkan Presiden. Selain dibarikade konstitusi, mereka juga harus berhadapan dengan pendukung presiden," sebut Gus Yaqut.

Ketua Umum Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor ini menambahkan, dan jika ada upaya untuk memakzulkan Jokowi dari kubu pemerintahan sendiri, maka rakyat Indonesia yang akan rugi.

"Hemat saya, jika upaya kudeta itu benar ada, yang akan dirugikan itu pasti rakyat. Maka, sudahi saja. Kalau mau, rebut kekuasaan melalui mekanisme demokrasi yang benar," tutup Gus Yaqut.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya