Berita

Politisi PDIP Hendrawan Supratikno/Net

Politik

PDIP Yakin Kompetensi Jadi Parameter Perombakan Di Adhi Karya

JUMAT, 05 JUNI 2020 | 09:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir baru saja merombak jajaran direksi dan komisaris PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Nama Fadjroel Rahman didepak dari jabatan komisaris utama melalui keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Menyikapi adanya perombakan di tubuh PT. Adhi Karya, politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno yakin hal itu untuk penyegaran di tubuh BUMN.

“Menteri baru, setelah periode belajar, biasanya terus membuat gebrakan, antara lain melakukan penggantian orang di BUMN (komisaris dan direksi). Istilahnya melakukan penyegaran dan membangun komitmen baru. Dalam perspektif manajemen, itu hal wajar dan biasa,” ujar Hendrawan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/6).


Menurutnya, setiap orang di BUMN berhak mendapatkan jabatan baru dan juga menteri BUMN juga berhak untuk melakukan penyegaran di jajaran direksi dan komisaris. Hal itu dianggap biasa seiring berjalannya waktu.

“Ada orang yang ditempatkan di posisi baru, ada yang digeser, ada yang diberhentikan, dst. Ini juga biasa. Ukuran yang digunakan adalah perbaikan kinerja. Jika kinerjanya tambah kinclong, bagus. Kalau jeblok, berarti gagal,” katanya.

Disinggung mengenai Fadjroel Rahman yang telah mendapatkan jabatan sebagai staf presiden bidang komunikasi, Hendrawan mengatakan bahwa perombakan jajaran direksi dan komisaris dilakukan bukan atas dasar personalia.

“Jangan bicara orang per-orang. Bisa jadi Fadjroel, misalnya, akan diberi posisi lebih baik. Kompetensi dan integritas harus jadi parameter utama, bukan pada afiliasi pada siapa yang mengangkat, atau sebutan "orangnya si anu, orangnya si itu",” katanya.

“Nanti kita masuk dalam spekulasi dan intrik politik dalam manajemen kantor,” demikian anggota Komisi XI DPR itu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya