Berita

Peringatan Tiananmen pada 2019/Net

Dunia

Dengan Alasan Covid-19, Hong Kong Larang Peringatan Tiananmen 1989 Untuk Pertama Kalinya

SENIN, 01 JUNI 2020 | 19:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hog Kong untuk pertama kalinya melarang peringatan unjuk rasa Tiananmen ke-31 dengan alasan pandemik Covid-19.

Polisi Hong Kong pada Senin (1/6) melarang pertemuan, termasuk acara nyala lilin pada 4 Juni yang biasanya dilakukan oleh banyak orang.

Pada peringatan 2019 saja, peringatan Tiananmen melibatkan banyak orang. Itu adalah sepekan sebelum gelombang unjuk rasa besar-besaran dimulai di Hong Kong yang dipicu oleh RUU Ekstradisi.


Berdasarkan surat keberatan polisi kepada pihak penyelenggara yang dikutip oleh AFP, peringatan Tiananmen bisa menjadi ancaman besar bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat.

Meski begitu, panitia penyelenggara menuding polisi hanya menggunakan virus corona baru sebagai alasan untuk tidak diadakannya unjuk rasa.

"Saya tidak mengerti mengapa pemerintah melarang aksi unjuk rasa politik sementara memberi lampu hijau untuk dimulainya kembali sekolah dan layanan lainnya mulai dari katering, karaoke hingga kolam renang," ujar Ketua Aliansi Hong Kong, Lee Cheuk-yan yang kerap menjadi panitia penyelenggara peringatan Tiananmen sejak 1990.

Alih-alih, Lee meminta warga untuk tetap menyalakan lilin pada Kamis (4/6) pukul 8 malam dan melakukan upacara "hening" selama satu menit.

"Jika kita tidak diizinkan menyalakan lilin di unjuk rasa, kita akan membiarkan lilin menyala di seluruh kota," ucap Lee.

Dalam kesempatan tersebut, Lee juga bersumpah aliansinya akan terus menyuarakan untuk diakhirinya pemerintahan satu partai, khususnya juga menentang UU keamanan nasional yang akan diberlakukan China di Hong Kong.

Hingga saat ini, Hong Kong telah berhasil mengendalikan penyebaran virus corona baru dengan hanya mencatat lebih dari 1.000 infeksi dengan empat kematian.

Sejak beberapa pekan terakhir, pemerintah Hong Kong telah melakukan relaksasi kuncian dengan membuka kembali restoran hingga bioskop.

Sementara itu, unjuk rasa Tiananmen 1989 merupakan serangkaian unjuk rasa yang dipimpin oleh mahasiswa dan diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing dari 15 April hingga 4 Juni 1989.

Unjuk rasa tersebut dilakukan karena adanya ketidakstabilan ekonomi dan politik yang membuat aktivis menuntut adanya demokratisasi. Insiden ini merenggut korban sebanyak lebih dari 3.000 orang atas tindakan dari pasukan bersenjata China.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya