Berita

Renovasi Notre-Dame de Paris/Net

Dunia

Usai Hancur Terbakar Tahun Lalu, Renovasi Notre-Dame de Paris Rampung

SENIN, 01 JUNI 2020 | 17:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Situs bersejarah yang menjadi salah satu daya tarik pariwisata Prancis, Notre-Dame de Paris, telah berhasil direnovasi. Meski begitu, situs tersebut masih harus ditutup karena pandemik Covid-19.

Menurut pemimpin proyek renovasi Notre-Dame de Paris yang juga seorang jenderal militer, Jean-Louis Georgelin, seharusnya pembangunan selesai pada 15 April atau tepat setahun setelah bangunan tersebut runtuh akibat kebakaran parah.

"Pandemik virus corona telah secara tidak diragukan menunda pekerjaan," ungkap Georgelin seperti dikutip CNA.


Pada Minggu (31/5), para pengunjung hanya diperbolehkan untuk melihat Notre-Dame dari alun-alun yang sudah dibuka, seiring dengan pelonggaran kuncian.

Georgelin mengatakan, Notre-Dame sendiri baru bisa dipakai untuk layanan keagamaan pada 2024.

"Tidak ada alasan untuk percaya itu tidak dapat dipenuhi, kita harus menemukan cara untuk mengejar ketinggalan," imbuhnya.

Sementara itu, biaya renovasi untuk Notre-Dame masih belum diketahui, namun kabar yang beredar sudah hampir mencapai 1 miliar euro. Saat kuncian, renovasi harus dihentikan selama enam pekan. Namun setelah itu, para pekerja harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Notre-Dame adalah bangunan bersejarah bagi umat Katolik. Katedral yang mulai dibangun pada tahun 1160 tersebut menjadi saksi sejarah berbagai peristiwa penting.

Pada 1790-an atau ketika Revolusi Prancis, katedral tersebut dirusak dan banyak karya seni keagamaannya yang hancur.

Setiap tahunnya, Notre-Dame dikunjungi oleh sekitar 12 juta orang, baik untuk beribadah maupun berkunjung. Alhasil, katedral tersebut menjadi monumen yang paling banyak dikunjungi di Paris.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya