Berita

Tepi Barat/Net

Dunia

Kecam Rencana Aneksasi Tepi Barat, UEA: Israel Ganggu Perdamaian Timur Tengah

SENIN, 01 JUNI 2020 | 16:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Uni Emirat Arab (UEA) mendesak Israel untuk segera menghentikan rencananya yang akan menaneksasi Tepi Barat. Negara Teluk Arab tersebut memperingatkan, rencana Israel hanya akan menganggu perdamaian Timur Tengah.

Begitu yang disampaikan oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA, Anwar Gargash dalam unggahan di akun Twitter-nya pada Senin (1/6), seperti dikutip Reuters.

"Pembicaraan Israel yang terus-menerus untuk mencaplok tanah Palestina harus dihentikan," ujar Gargash.


"Setiap langkah Israel yang sepihak akan menjadi kemunduran serius bagi proses perdamaian, melemahkan penentian nasib sendiri Palestina, serta merupakan penolakan terhadap konsensus internasional dan stabilitas perdamaian Arab," paparnya.

Setelah membentuk pemerintahan persatuan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengumumkan akan melakukan aneksasi Tepi Barat dan memperluas kedaulatan mulai 1 Juli.

Rencana tersebut banyak ditentang dan dikecam oleh banyak pihak. Namun, negara-negara Teluk Arab yang biasanya memiliki dukungan  terhadap Palestina tidak memberikan suara yang keras.

Kedekatan mereka dengan Amerika Serikat diperkirakan menjadi salah satu faktor berkurangnya dukungan negara-negara Arab.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya