Berita

Walikota Minneapolis Jacob Frey mengambil langkah tegas untuk menghentikan kerusuhan dengan memberlakukan jam malam/Net

Dunia

Kerusuhan Semakin Anarkis, Walikota Minneapolis Berlakukan Jam Malam

SABTU, 30 MEI 2020 | 04:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kerusuhan yang terjadi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat sejak awal pekan ini semakin meresahkan.

Kerusuhan itu sendiri diawali dari gerakan protes dan unjuk rasa warga yang geram dan marah atas tindak rasisme polisi kota yang menyebabkan seorang warga kulit hitam bernama George Floyd meninggal dunia.

Floyd ditangkap oleh polisi kota pada Senin (25/5). Namun petugas polisi memperlakukannya secara tidak manusiawi.


Floyd yang tidak bersenjata diborgol dan tubuhnya dijatuhkan ke tanah dengan posisi bagian depan tubuh dan wajah menghadap tanah.

Di tengah posisi itu, polisi justru menginjak lehel Floyd hingga dia kesulitan bernapas dan meninggal dunia.

Rekaman amatir kejadian tersebut seketika beredar luas di Amerika Serikat dan membuat geram warga setempat, terutama komunitas warga Afrika-Amerika serta memantik kembali isu rasisme.

Warga yang geram pun turun ke jalan menunjukkan kemarahan mereka dan menuntut keadilan bagi Floyd. Namun aksi unjuk rasa tiga hari belakangan semakin anarkis dengan banyak insiden kekerasan dan kerusuhan serta bentrok dengan polisi.

Tidak sampai di situ, pada unjuk rasa terbaru, yakni Kamis malam (28/5), massa yang marah juga merusak bangunan dan membakar sebuah kantor polisi di Minneapolis.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Walikota Minneapolis Jacob Frey mengambil langkah tegas. Pada Jumat (29/5), dia mengumumkan pemberlakukan jam malam wajib untuk Minneapolis akhir pekan ini.

Tidak lama setelah itu, Walikota Saint Paul, Minnesota Melvin Carter III mengumumkan bahwa dia telah menandatangani perintah darurat lokal yang juga akan memberlakukan jam malam mulai Jumat (29/5).

Jam malam tersebut akan diberlakukan pada semua tempat umum, termasuk jalan-jalan, mulai pukul 8 malam hingga 6 pagi.

"Semua petugas penegak hukum, pemadam kebakaran, dan tenaga medis, serta personel lain yang diberi wewenang oleh Kota Minneapolis, Kota St. Paul, Departemen Keamanan Publik Minnesota, Minnesota State Patrol, atau Minnesota National Guard, dibebaskan dari jam malam," tegas Frey, seperti dikabarkan CBS Local Minnesota.

Sementara itu, Carter mengatakan bahwa jam malam di St. Paul juga akan membuat pengecualian untuk anggota media.

Jika ada yang berani melanggar, maka mereka akan dijerat dengan pelanggaran ringan dengan denda 1.000 dolar AS atau penjara hingga 90 hari.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Ketika Republik Menjadi Rimba

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:15

Penerapan Controlled Landfill di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:04

Spanduk dan Baliho PSI Lebih Banyak dari Jumlah Kadernya

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:39

Warga Pulau Panggang Kekurangan Pasokan BBM

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:17

MPLS Ramah Lebih Aman dan Memuliakan Siswa

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:06

Jalan Buntu Reformasi

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:03

Homer Setelah Tiga Ribu Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:43

Ancaman PHK di Depan Mata, Segera Percepat Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:12

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:41

Pengusaha Didorong Berkontribusi Tingkatkan SDGs Kalbar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:15

Selengkapnya