Berita

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dipecat dari Partai Bersatu karena kerap berselisih dengan kubu pendukung Muhyiddin Yassin/Net

Dunia

Lantang Menentang Partai, Mahathir Mohammad Didepak Dari Bersatu

KAMIS, 28 MEI 2020 | 23:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dipecat dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) pada Kamis (28/5).

Hal itu terungkap dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Mahathir oleh sekretaris eksekutif Bersatu, Muhammad Suhaimi Yahya.

Dalam surat itu disebutkan bahwa Mahathir diberitahu bahwa dia telah dipecat berdasarkan pasal 10.2.2 dan 10.2.3 dari konstitusi partai.


Muhammad Suhaimi, dalam surat itu, mengatakan bahwa pemecatan dilakukan karena Mahathir telah duduk dengan blok oposisi selama sidang parlemen pada 18 Mei lalu, dan tidak dengan koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin oleh presiden Bersatu dan Perdana Menteri Malaysia saat ini Muhyiddin Yassin.

Selain Mahathir, empat anggota parlemen lain dari Bersatu, yakni  Mukhriz Mahathir, Syed Saddiq Abdul Rahman, Amiruddin Hamzah dan Maszlee Malik juga dipecat dari partai.

Menanggapi pemecatan tersebut, Mahathir dan empat anggota parlemen tersebut membuat pernyataan bersama pada Kamis malam (28/5). Mereka menegaskan bahwa mereka menolak pemecatan karena pemecatan tersebut tidak sah.

"Kami tidak menerima pemecatan yang salah ini karena mereka jelas melanggar hukum dan melepaskan hak kami untuk bertindak, tidak hanya untuk diri kami sendiri tetapi untuk semua anggota akar rumput Bersatu," kata pernyataan itu.

Kelimanya mengklaim bahwa pemecatan itu adalah bagian dari strategi politik Muhyiddin.

"Jelas, kantor presiden (Bersatu) sedang bermain politik sementara negara itu menghadapi masalah Covid-19 dan ekonomi sedang kacau. Ini mencerminkan sikap kediktatoran presiden," sambung pernyataan yang sama, seperti dimuat Channel News Asia.

"Kami ingin menambahkan bahwa langkah sepihak presiden Bersatu dalam memecat kami tanpa alasan adalah karena dia khawatir tentang pemilihan partai yang akan datang dan fakta bahwa posisinya sebagai perdana menteri adalah yang paling lemah dalam sejarah Malaysia," tekan mereka.

Diketahui bahwa Mahathir yang juga merupakan mantan ketua Bersatu, berselisih dengan mereka yang mendukung Muhyiddin.

Perpecahan dalam partai semacam itu terjadi setelah keputusan Muhyiddin untuk bekerja sama dengan Barisan Nasional (BN), dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS) untuk membentuk pemerintah yang berkuasa baru awal tahun ini.

Setelah pembentukan koalisi baru, Muhyiddin pun kemudian dilantik sebagai perdana menteri Malaysia kedelapan.

Penentangan Mahathir kemudian dia ungkapkan dalam bentuk usulan mosi tidak percaya terhadap Muhyiddin di parlemen, yang kemudian diterima oleh Ketua Mohamad Ariff Md Yusoff.

Awal bulan ini, Mahathir juga secara terang-terangan mengatakan dalam sebuah wawancara video bahwa dia telah mengundurkan diri sebagai ketua Bersatu pada bulan Februari lalu karena dia menentang keputusan partai untuk meninggalkan koalisi Pakatan Harapan (PH) dan bergabung dengan BN dan PAS untuk membentuk pemerintahan baru.

"Saya pikir keputusan untuk Bersatu untuk meninggalkan PH tidak memiliki dasar yang baik. Saya mendapat dukungan yang baik dari Pakatan Harapan, Selama pertemuan Dewan Presiden, mereka memutuskan untuk memberi saya otonomi penuh untuk memutuskan kapan saya harus mengundurkan diri (untuk membuat jalan untuk Anwar Ibrahim)," kata Mahathir awal bulan ini.

"Ketika keputusan itu dibuat, dan saya mendapat dukungan penuh dari Pakatan Harapan, saya memberi tahu Muhyiddin bahwa karena saya memiliki dukungan penuh, mengapa kita harus meninggalkan PH? Jika ada alasan lain, kita harus menunggu sebelum pergi," tambahnya.

"Tetapi dia (Muhyiddin) percaya bahwa kita perlu meninggalkan PH pada hari yang sama. (Dia mengatakan) jika kita tidak pergi, orang-orang Melayu akan dihancurkan. Mereka akan dihancurkan oleh (Partai Aksi Demokratik) DAP," sambung Mahathir.

Mahathir menekankan bahwa Bersatu harus menunggu dan meluangkan waktu untuk berpikir dengan hati-hati karena telah bekerja dengan pihak lain di PH, termasuk DAP, untuk menjatuhkan BN dan memenangkan Pemilihan Umum bersejarah Malaysia pada 2018.

Dia juga menegaskan bahwa dia tidak ingin bekerja dengan BN dan komponen kunci partai UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) karena partai tersebut terlibat dalam korupsi.

Dalam wawancara yang sama, Mahathir juga menekankan bahwa meskipun dia telah mengundurkan diri sebagai ketua Bersatu, dia kemudian memutuskan untuk melanjutkan jabatan setelah banyak orang lain membujuknya untuk kembali.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Ketika Republik Menjadi Rimba

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:15

Penerapan Controlled Landfill di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:04

Spanduk dan Baliho PSI Lebih Banyak dari Jumlah Kadernya

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:39

Warga Pulau Panggang Kekurangan Pasokan BBM

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:17

MPLS Ramah Lebih Aman dan Memuliakan Siswa

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:06

Jalan Buntu Reformasi

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:03

Homer Setelah Tiga Ribu Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:43

Ancaman PHK di Depan Mata, Segera Percepat Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:12

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:41

Pengusaha Didorong Berkontribusi Tingkatkan SDGs Kalbar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:15

Selengkapnya