Berita

Roket buatan SpaceX yang akan angkut dua astronot NASA/Net

Dunia

Dengan Roket Buatan SpaceX, NASA Siap Bawa Dua Astronot AS Ke Ruang Angkasa

RABU, 27 MEI 2020 | 07:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tonggak sejarah untuk pengembangan teknologi luar angkasa Amerika Serikat sebentar lagi akan muncul jika NASA dan SpaceX berhasil menerbangkan dua astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Tepatnya pada Rabu (27/5), dua astronot AS, Bob Behnken dan Doug Hurley, akan meluncur di atas kapsul buatan SpaceX. Ini adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh AS yang selama ini bergantung pada roket Rusia untuk mencapai ruang angkasa sejak 2011.

"Ini adalah momen unik di mana seluruh Amerika dapat mengambil waktu sejenak dan melihat negara kita melakukan sesuatu yang menakjubkan lagi," ujar administrator NASA, Jim Bridenstine seperti dikutip CNA.


Menurut perkiraan Cape Canaveral, 60 persen cuaca pada Rabu akan menguntungkan peluncuran.

Behnken dan Hurley juga sudah terlebih dulu melakukan karantina selama dua pekan sebelum melakukan perjalanan panjang dengan kapsul Crew Dragon yang akan didorong oleh roket Falcon 9. Baik kapsul maupun roket diproduksi oleh SpaceX.

Crew Dragon nantinya akan membawa dua astronot ke ISS yang mengorbit Bumi sekitar 400 kilometer di atas permukaan laut dengan kecepatan sekitar 17.000 mil per jam.

SpaceX sendiri merupakan entitas swasta pertama yang bisa merapatkan kapsul kargonya ke ISS pada 2012. Setelah itu, dua tahun kemudian, NASA menugaskan perusahaan milik Elon Musk tersebut untuk memodifikasi Crew Dragon untuk mengangkut penumpang.

"Crew Dragon, kita meletakkan jendela di atasnya sehingga orang tidak akan melupakannya," ungkap wakil presiden SpaceX, Hans Koenigsmann.

Kapsul Crew Dragon sendiri pernah meledak selama uji coba pada tahun lalu karena terdapat masalah dalam mesin darat dan juga mengembangan parasut.

Namun setelah ribuan pemeriksaan, NASA akhirnya siap untuk menerbangkan dua orang di atas roket seberat 500 ton tersebut.

"Kami tidak pernah merasa nyaman, karena saat itulah anda tidak mencari. Kita akan tetap lapar sampai Bob dan Doug pulang," ujar kepala program kru komersial NASA, Kathy Lueders.

Program NASA untuk pergi ke ruang angkasa sendiri terlambat tiga tahun dari jadwal dan telah menghabiskan 3 miliar dolar AS.

Selain SpaceX, NASA sudah menggandeng Boeing untuk membuat pesawat ruang angkasa bernama Starliner, yang juga tertunda lebih lama.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya