Berita

Akses jalan rumah kost terduga teroris Solo/Net

Nusantara

Densus 88 Amankan Satu Penghuni Kost Di Solo

SENIN, 25 MEI 2020 | 23:14 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Satu terduga teroris berinisial REP yang diamankan di Solo pada Kamis (21/5) lalu ternyata kos di tempat BE yang sebelumnya juga diamankan petugas.

BE diamankan di Sukoharjo, sedangkan REP di wilayah Solo. Keduanya diamankan pada hari yang sama.

Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Sukino membenarkan ada seseorang yang diamankan pada Kamis (21/5) sekira pukul 12.30 WIB lalu.


Keterangan dari Sukino, satu orang  dijemput di rumah kos di kawasan Semanggi,  Pasar Kliwon. Pada saat kejadian dirinya baru pulang dari masjid kemudian didatangi petugas untuk menunjukkan lokasi kos yang ditempati REP.

Ditambahkan Sukino, REP selama ini menempati salah satu kamar kos yang dikelola oleh BE. Sedangkan BE sendiri sudah menetap di wilayah tersebut sejak tahun 2016 lalu karena menikah dengan orang Pasar Kliwon. Oleh mertuanya BE  diminta untuk mengelola rumah kos.

"Dia mengelola 11 ruang (kamar), namun 1 kamar ditempati sendiri," kata Sukino dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Senin (25/5).

Ditambahkan Sukino, REP sudah sebulan lebih tinggal di kos  tersebut. Namun saat dirinya mencoba untuk minta identitas dari REP,  BE selaku pengelola kos selalu beralasan orangnya sedang pergi. Selalu begitu alasannya.

"Katanya Mas BE (pengelola kos) ditangkap di Gentan, saya kurang tahu. Tapi yang di tangkap di sini temannya Mas BE. Di mana setiap saya minta identitas selalu beralasan orangnya selalu pergi," lanjutnya.

Sementara itu hubungan BE dengan warga sekitar kesehariannya baik, dan tidak mencurigakan. Dalam sehari-hari BE juga membantu istrinya berjualan online. Sedangkan profesi REP tidak ada yang tahu, infonya hanya pedagang saja.

"Sehari hari (BE), selain dipasrahi mengelola kost, juga bantu istrinya berjualan online. Kalau temennya katanya pedagang," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya