Berita

Ketua Umum organisasi relawan Projo (Pro Jokowi), Budi Arie Setiadi. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 | 02:02 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi menegaskan tidak akan menarik kembali analisisnya mengenai kemungkinan Pemilu berlangsung lebih cepat dari 2029.

Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi, bukan ajakan politik. Ia menyerahkan pembuktiannya kepada waktu.

“Saya enggak menarik pernyataan saya,” kata Budi Arie, dikutip Minggu 30 Agustus 2029.


Budi Arie menjelaskan, analisis dan ajakan politik merupakan dua hal yang berbeda. Ia menyebut pernyataannya disampaikan dalam konteks membaca berbagai kemungkinan dalam dinamika politik.

“Kita bukan berkehendak, tapi beranalisa. Kalau kehendak politik, kemampuan politik, dan analisa politik, dua hal yang beda,” kata Budi Arie.

Ia sebelumnya menyebut dalam politik terdapat art of possibility atau seni kemungkinan. Menurut Budi Arie, membicarakan berbagai kemungkinan tidak berarti menginginkan hal tersebut benar-benar terjadi.

“Jadi kita bisa bicara tentang berbagai kemungkinan-kemungkinan atau dalam bahasa yang lebih lugas disebut kira-kiraan keadaan,” kata Budi Arie.

Budi Arie menegaskan analisis tersebut juga tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk mempercepat Pemilu 2029. Ia justru menyebut pentingnya tetap menjaga demokrasi dan konstitusi.

“Bukan ajakan loh, analisa. Beda kan? Saya enggak berusaha meng-encourage atau mengajak,” kata Budi Arie.

Ia mengatakan, analisis tersebut muncul dari pengamatan terhadap dinamika masyarakat, termasuk munculnya gerakan mahasiswa dan masyarakat.

“Ada kegelisahan soal dinamika masyarakat. Ada tren baru gerakan mahasiswa, gerakan masyarakat. Ini harus kita kelola,” pungkas Budi Arie.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya