Berita

Taliban/Net

Dunia

Damai Idul Fitri, Taliban Umumkan Gencatan Senjata Selama Tiga Hari

MINGGU, 24 MEI 2020 | 06:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gencatan senjata selama tiga hari selama Hari Raya Idul Fitri diumumkan oleh Taliban. Langkah tersebut mulai berlaku pada Minggu (24/5).

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, jurubicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan semua pejuang Taliban untuk mengambil langkah-langkah guna melindungi keamanan warga dan tidak melakukan operasi ofensif terhadap musuh di mana pun.

Pernyataan itu juga memerintahkan pejuang Taliban untuk menahan diri agar tidak memasuki wilayah pemerintah dan juga mengatakan bahwa pasukan Kabul tidak diizinkan memasuki wilayah di bawah kendali mereka.


Pengumuman tersebut cukup mengejutkan. Lantaran setelah perjanjian damai dengan Amerika Serikat pun, Taliban tetap melakukan serangan dengan pasukan Afganistan.

Namun Presiden Ashraf Ghani dengan cepat menyambut tawaran tersebut dan memerintahkan pasukannya untuk mematuhinya.

"Saya menyambut pengumuman gencatan senjata oleh Taliban," ujar Ghani dalam akun Twitter-nya pada Sabtu (23/5) seperti dimuat AFP.

"Sebagai panglima tertinggi, saya telah menginstruksikan ANDSF (Pasukan Keamanan Pertahanan Nasional Afghanistan) untuk mematuhi gencatan senjata tiga hari dan untuk membela hanya jika diserang," tambahnya.

Ada pun pengumuman tersebut berselang beberapa hari setelah pemimpin Taliban, Haibatullah Akhundzada mendesak Amerika Serikat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dalam perjanjian damai yang sudah ditandatangani pada Februari.

"Imarah Islam (nama Taliban untuk Afganistan) berkomitmen terhadap perjanjian itu dan mendesak pihak lain untuk menghormati komitmennya sendiri dan tidak membiarkan kesempatan kritis ini menjadi sia-sia," ujar Akhundzada.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya