Berita

Presiden Venezuela, nicolas Maduro/Net

Dunia

Venezuela: Sanksi AS Tidak Lain Untuk Menekan Pemerintahan Dan Menjatuhkan Rezim

MINGGU, 10 MEI 2020 | 10:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat pada Venezuela tidak lain hanya untuk memberikan tekanan terhadap pemerintahan selama pandemik dan agar bisa merubah rezim.

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela untuk Amerika Utara, Carlos Ron Martinez dalam sebuah webinar pada Sabtu (9/5).

"Mereka (AS) telah melancarkan operasi militer. Itu adalah operasi militer terbesar di kawasan ini dalam 30 tahun terakhir dalam rangka untuk memerangi perdagangan narkoba di wiilayah kami. Tetapi itu semua bertujuan untuk membangun tekanan terhadap kami pada saat Covid-19," ujar Martinez.


"Kami tahu tujuan dari langkah-langkah ini tidak diragukan lagi untuk perubahan rezim," tegasnya seperti dimuat Sputnik.

Martinez kemudian menyoroti surat yang dikirimkan oleh para senator AS kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin yang menyerukan pelonggaran sanksi pada beberapa negara, termasuk Venezuela dan Iran.

Menurut Martinez, walaupun AS mengecualikan bantuan kemanusiaan dan pasokan medis dari sanksi tersebut, tidak mengubah banyak hal.

"Rezim sanksi kami begitu luas sehingga pemasok medis dan organisasi bantuan hanya menghindari melakukan bisnis di Iran dan Venezuela karena takut tidak sengaja terjebak dalam sanksi AS," lanjutnya.

Ia mengatakan, pembelian makanan, pasokan medis atau produk lainnya dengan uang pemerintah di Venezuela sangat bermasalah karena sanksi AS.

"Setiap uang yang berasal dari negara Venezuela atau lembaga pemerintah Venezuela dapat didasari atas uang yang terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang atau terlibat dalam beberapa kegiatan ilegal, dan itu berarti bahwa apa pun yang kami coba bayar, setiap transaksi yang kami lakukan coba lakukan entah bagaimana terhalang," ia menjelaskan.

Saat ini, lebih dari 9 miliar dolar AS dana Venezuela telah diblokir pada akun AS dan negara-negara lain.

Pada April, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengatakan bahwa para ahli hak asasi manusia PBB menyerukan Amerika Serikat untuk mencabut sanksi ekonomi yang dikenakan pada banyak negara untuk memastikan tidak berfungsinya rantai pasokan produk medis selama pandemi virus corona.

Menurut OHCHR, AS telah mengabaikan seruan berulang-ulang untuk mengesampingkan sanksi yang merongrong kapasitas negara-negara yang dituju untuk merespons secara efektif terhadap pandemik.

Lantaran menurut OHCHR, pengecualian kemanusiaan yang diberikan oleh Kantor Pengendalian Aset Asing Departemen Keuangan AS pada 16 April tidak meringankan prosedur yang memberatkan untuk mendapatkan pasokan medis ke negara-negara yang terkena sanksi.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya