Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Pengurus Badan Pelaksana Harian (BPH) DPP Partai Demorat, Taufiqurrahman/Net

Politik

Demokat: Memaksakan Kegiatan Ekonomi Seperti Mendorong Mobil Mogok

MINGGU, 10 MEI 2020 | 08:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di tengah pandemik Covid-19 yang masih mewabah, Pemerintah pusat melontarkan sejumlah wacana yang bertujuan mendorong perekonomian agar kembali aktif.

Belakangan, Presiden Joko Widodo malah meminta masyarakat berdamai dengan Virus corona (Covid-19) sampai vaksin ditemukan.

Pengurus Badan Pelaksana Harian (BPH) DPP Partai Demorat, Taufiqurrahman, mengatakan pola pikir pemerintah yang demikian adalah cara berpikir linier yang keliru dan berbahaya.


"Kalau pun kegiatan ekonomi tetap dipaksakan di tengah pandemik Covid-19 masih tinggi, itu ibarat kita mendorong mobil berbadan besar yang sedang mogok. Sebuah pekerjaan yang sia-sia dan sulit," ungkapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/5).

Taufiqurrahman melanjutkan, investor dari luar negeri pun pasti berpikir ulang untuk masuk ke tanah air lantaran belum sepenuhnya Covid-19 melandai.

Selain itu, bisa dipastikan juga produksi dalam negeri tetap masih akan melambat, sementara subsidi atau bantuan sosial akan menjadi beban terbesar karena anggaran negara semakin menipis.

"Saya tidak bisa membayangkan apabila kita memaksakan kegiatan ekonomi di tengah pandemik, ini justru bisa melahirkan potensi gelombang kedua (second wave) Covid-19," ujar Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD 2017-2019 itu.

"Jika ini terjadi, maka akan jauh lebih berbahaya dan melahirkan bencana yang lebih besar dari gelombang yang pertama," pungkas Taufiqurrahman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya