Berita

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin/Net

Politik

Kata Din Syamsuddin, Pemerintah Abaikan Amanah Konstitusi Jika Tidak Protes Ke China

MINGGU, 10 MEI 2020 | 07:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kabar mengenai anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang dilarung ke laut dari kapal China telah menyentak hati semua rakyat.

Beragam kabar penganiayaan hingga jam kerja yang tidak rasional yang diberlakukan para para ABK itu telah mengiris hati bangsa ini.

Begitu kata Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin kepada wartawan, Minggu (10/5).


“Rasa kemanusiaan dan kebangsaan kita terusik,” ujarnya.

Din Syamsuddin meminta pemerintah untuk tidak tinggal diam. Presiden Joko Widodo dan jajarannya harus menjalankan amanah konstitusi dengan segera bertindak melindungi segenap rakyat warga negara.

Pemerintah harus mengusut dan memprotes kepada pihak-pihak bertanggung jawab dalam kasus ini.

“Termasuk kepada Pemerintah RRT yang menaungi kapal tempat ABK WNI bekerja,” terangnya.

Mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu mengingatkan, jika pemerintah diam terhadap peristiwa yang menimpa rakyat warga negara, maka pemerintah bisa dapat dianggap abai dan tidak memenuhi amanat konstitusi.

Terlebih, tindakan penganiayaan terhadap ABK WNI dengan melarungkan jasadnya ke laut adalah tindakan di luar perikemanusiaan.

“Sebagai bangsa Pancasilais, dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab, kita tidak boleh membiarkannya,” tekannya.

“Inilah saatnya kita menunjukkan diri sebagai bangsa yang berpegang teguh pada Pancasila, tidak dalam kata-kata tapi dalam perbuatan nyata,” demikian Din Syamsuddin.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya