Berita

Direktur HRS Center, Abdul Chair Ramadhan/Net

Politik

HRS Center Minta Pemerintah Pusat Segera Berlakukan Karantina Wilayah Bersamaan Dengan PSBB

SABTU, 09 MEI 2020 | 02:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah Joko Widodo didesak untuk segera memberlakukan karantina wilayah dibarengi dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mempercepat memutus rantai penyebaran Covid-19.

Desakan itu disampaikan oleh Direktur HRS Center, Abdul Chair Ramadhan, usai melihat labilnya pemerintah dalam upaya penyelenggaraan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Di mana, pemerintahan Jokowi kembali membuka akses transportasi massal dengan tujuan roda perekonomian tetap berjalan.


Meskipun dengan protokol kesehatan, Abdul menilai, pelaksanaan tidak akan dapat berjalan lancar mengingat musim mudik akan tiba.

"Sejumlah persyaratan agar dapat melintas seperti bukti hasil rapid test, surat keterangan sehat, surat keterangan tugas termasuk surat pernyataan di atas materai Rp 6.000 yang diketahui oleh pemerintah daerah (kepala desa) tidak dapat menjamin akses moda transportasi terbebas dari penyebaran virus," ucap Abdul Chair kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/5).

Karena kata Abdul, budaya sadar dan taat hukum masyarakat Indonesia masih relatif rendah. Sehingga, kebijakan PSBB ini dinilai tidak akan efektif. Apalagi, pemerintah kerap kali mengubah aturan yang ada.

"Disinilah letak kesalahan pemerintah pusat yang pada awalnya enggan untuk melakukan karantina wilayah. Seharusnya, karantina wilayah menjadi pilihan dengan disertai PSBB," jelasnya.

Abdul pun menyadari pelaksanaan karantina wilayah dan PSBB masing-masing akan menimbulkan resiko. Namun, resiko paling ringan ialah menerapkan karantina wilayah dan PSBB secara bersamaan.

"Sepatutnya, pemerintah pusat segera memberlakukan karantina wilayah dengan tetap diiringi PSBB, terhadap wilayah tertentu yang rawan penyebaran virus Corona," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya