Berita

Grup Gajah Tunggal donasikan 6 juta masker kepada Gugus Tugas Covid-19/Net

Nusantara

Bantu Pemerintah Tangani Covid-19, Group Gajah Tunggal Donasikan 6 Juta Masker Ke Gugas Nasional

SABTU, 09 MEI 2020 | 00:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Bantuan untuk penanganan virus corona baru atau Covid-19 terus berdatangan dari kalangan dunia usaha.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali menerima bantuan alat kesehatan (Alkes) berupa masker dari Group Gajah Tunggal yang bergerak dibidang sosial, yakni Yayasan United in Diversity (UID).

Ketua Yayasan UID Tuti Hadiputranto menjelaskan, pihaknya menyumbang 6 juta lembar masker, yang diserahkan langsung ke Ketua Gugas Nasional Covid-19 Doni Monardo.


"Terkait dengan prosedur impor yang kami lalui, maka bantuan pada tahap awal ini kami serahkan 2 juta masker medis. Adapun sisanya sebanyak 4 juta masker medis akan kami susulkan selanjutnya," terang Tuti Hadiputranto di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (8/5).

Sebagai lembaga yang mengemban misi kedamaian, kesejahteraan dan keberlanjutan, maka UID terdorong untuk ikut andil dalam penanganan virus asal Wuhan, China ini.

Sehingga diharapkan, bantuan masker ini dapat segera digunakan untuk tenaga medis di daerah-daerah terdampak.

Pasalnya Tuti Hadiputranto mengatakan bahwa penyerahan sumbangan tersebut akan menyusul untuk sejumlah pemerintah daerah, yakni sebanyak 1,5 juta masker.

Kemudian untuk instansi Polri dan TNI sebanyak 500 ribu masker, PMI 300
ribu masker.

Adapula sebanyak 700 ribu masker disumbangkan melalui organisasi-organisasi kemasyarakatan, seperti PP Muhammadiyah dan PB NU. Ditambah, bantuan 1 juta masker lagi akan ditentukan kepada pihak-pihak yang akan membagikannya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk, Sugeng Rahardjo mengatakan, pihaknya berusaha selalu peduli dan berkontribusi dalam penanganan masalah-masalah kemanusiaan seperti pandemi Covid-19 ini.

"Bantuan 6 juta masker medis ini merupakan sumbangan yang kedua. Sebelumnya, sudah diserahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) kepada Satgas Covid-19 Provinsi Bali dan sejumlah rumahsakit di pulau dewata," katanya.

Lebih lanjut, Sugeng Rahardjo mengaku optimis pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat, termasuk dunia usaha akan mampu mengatasi penyebaran Covid-19 ini. Sehingga, seluruh kehidupan masyarakat bisa segera kembali normal seperti sedia kala.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mengikuti keputusan pemerintah mengenai social distancing dan work from home (WFH).

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya