Berita

Penandatanganan kerja sama antara DPP KNPI dengan Tim Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19/Net

Politik

Ajak Kaum Muda Perangi Covid-19, Gugus Tugas Gandeng KNPI

JUMAT, 08 MEI 2020 | 22:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tim Gugus Tugas Covid-19 menggandeng DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai partner resmi untuk berbagai program relawan.

Kerja sama ini dilakukan karena pihak Gugus Tugas membutuhkan representasi kepemudaan di Indonesia. Dengan menggandeng KNPI, Gugus Tugas bisa mengkolaborasikan berbagai unsur pemuda yang bernaung di bawah KNPI dan berstruktur hingga di tingkat kecamatan.

Begitu kata Ketua Tim Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Andre Rahadian kepada wartawan, Jumat (8/5).


"Kita akan mengkolaborasikan berbagai unsur pemuda yang ada di KNPI untuk bisa tampil ke depan melawan pandemik Covid-19 ini," ujar Andre.

"Saya berharap dengan adanya berbagai program menarik khas anak muda milenial yang diajukan KNPI akan menjadi game changer dalam perang kita melawan pandemik ini," sambungnya.

Sejurus itu, Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin berharap kolaborasi bisa jadi momentum para pemuda di seluruh Indonesia untuk dapat maju ke depan melawan pandemik Covid-19. Kreasi dan idealisme tinggi akan jadi ciri khas perlawanan para anak muda.

Setidaknya, sambung Addin, ada 7 program kerja sama yang akan berjalan secepatnya. Antara lain penggalangan relawan kota, penyaluran logistik, lomba video, kampanye digital, dan webinar pemuda.

“Termasuk paket peduli KNPI hingga program ketahanan pangan yang juga berkolaborasi dengan Kementan dan Kemensos," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan DPP KNPI Muhammad Ikhsan memastikan pihaknya siap untuk segera bekerja dan akan segera menggelar gebrakan program dalam waktu secepatnya.

"Kami akan berkolaborasi dan berkreasi dengan berbagai unsur pemuda untuk maju ke depan melawan pandemi Covid-19 ini," ujar Ikhsan.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya