Berita

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Nusron Wahid/Net

Politik

Nusron Wahid: Siapa Bilang Prakerja Cuma Dinikmati Segelintir Platform?

JUMAT, 08 MEI 2020 | 16:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tudingan pelatihan Program Kartu Prakerja hanya menguntungkan platform digital besar terbantahkan. Sebab pelatihan ini ternyata juga mampu dilakukan oleh SMK berbasis pondok pesantren.

Begitu terang anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Nusron Wahid kepada redaksi, Jumat (8/5).

Menurutnya program pelatihan Kartu Prakerja, pengelola SMK merasa terbantu karena ada yang membantu kurasi sehingga mendekati ke dunia industri secara lebih nyata.


“Siapa bilang Kartu Pra Kerja hanya dinikmati segelintir platform digital? Buktinya SMK Ponpes sekolah kejuruan dan vokasi bisa mengadakan pelatihan juga” ujarnya.

Dia mengurai bahwa sebuah SMK berbasis pondok pesantren di Kabupaten Jepara berhasil menjadi mitra dalam pelaksanaan program pelatihan kartu pra kerja per hari ini, Jumat (8/5).

Sebagaimana dituturkan Kepala SMK Balekambang, KH Miftahudin, sekolah telah memulai pelatihan dengan berkolaborasi bersama platform Sekolahmu.

Pengasuh Pondok Pesantren Balekambang itu pun tegas membantah jika pelatihan Pra Kerja hanya dinikmati platform digital besar.

"Tidak benar kalau pelatihan Pra Kerja hanya dinikmati platform digital besar,” ujarnya.

Dia menguraikan bahwa sejumlah SMK dilibatkan melalui platform Sekolahmu. Tiap sekolah diberi kelonggaran untuk menyediakan 3 sampai 5 jenis konten pelatihan.

“Sebagian besar justru dinikmati sama pembuat modul, konten dan lembaga pelatihan termasuk SMK berbasis Ponpes,” kata Koordinator Perhimpunan Pengasuh SMK Ponpes itu.

Tidak sedikit sekolah yang ingin berkolaborasi dengan platform Sekolahmu. Pertama karena persyaratan lebih simple. Kedua, platform ini juga mau mendampingi sekolah tidak hanya membuat modul dan konten bagi guru, tapi juga link dengan dunia usaha dan industri.

Bagi SMK Program Kartu Pra Kerja sangat membantu lantaran parameter keberhasilan sekolah vokasi adalah menyalurkan para alumni ke dunia kerja dan dunia usaha. Sementara Kartu Prakerja menyediakan pelatihan skill bagi alumni yang menjadi peserta dan ada platform yang membantu mencarikan link dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Jadi tidak ada monopoli dari digital platform,” tegas Nusron Wahid.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya