Berita

Presiden PKS M. Sohibul Iman/Net

Politik

Presiden PKS: Maaf Pak Jokowi, Tolong Jelaskan Makna 'Berdamai Dengan Corona'?

JUMAT, 08 MEI 2020 | 14:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Joko Widodo dalam cuitan akun Twitter pribadinya @jokowi mendapat sorotan dari Presiden PKS M. Sohibul Iman.

Dia mengaku heran dengan pernyataan bernada pesimisme yang diungkapkan oleh Kepala Negara dalam menghadapi pandemik Covid-19.

"Maaf Pak @jokowi apa makna "berdamai dengan virus" itu? Mohon penjelasan," ujar mantan pimpinan DPR ini dalam akun @msi_sohibuliman ambil menautkan twitan Jokowi, Jumat (8/5).


Menurut Sohibul Iman, statemen ini masuk kategori pasrah dan kalah.

"Kalau mau bikin kategorisasi, statemen ini masuk kategori: "pernyataan kalah perang?" Atau "sikap pasifisme?" Atau "kata-kata filosofis?" Atau "kepasrahan karena ruwet?" ujarnya.

"Selamat ibadah Ramadhan Pak, semoga sehat selalu," sambung Sohibul Iman menambahkan.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan, hingga saat ini memang belum ditemukan vaksin Covid-19. Karena itu, semua pihak diharapkan harus hidup berdamai dengan corona.

"Sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan. Sejak awal pemerintah memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, bukan lockdown. Dengan PSBB, masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi dibatasi," kata Jokowi.

Menurut Sohibul Iman, pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu penuh filosofi. Namun jika merujuk pada filosofi Jawa, istilah berdamai dengan musuh dalam hal ini virus corona, lama kelamaan akan mati dilibas keganasan virus.

"Konon dalam filosofi Jawa ada ungkapan, "Dipangku mati". Artinya musuh yang kuat sekalipun kalau dirangkul (diajak damai?), lambat laun dia akan lemah dan mati. Tapi kalau yang kita rangkul itu virus corona, yang lambat laun lemah dan mati itu virus atau kita ya?" tutupnya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin telah menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat berdamai dengan Covid-19.

Bey mengungkapkan, maksud berdamai dengan corona sebagaimana dikatakan Jokowi itu adalah menyesuaikan dengan kehidupan. Artinya, masyarakat harus tetap bisa produktif di tengah pandemik.

Pernyataan Jokowi ini sempat mendapat sorotan di media sosial. Pasalnya, pernyataan tersebut berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Negara dalam pertemuan virtual KTT G20 pada Maret lalu.

Saat itu, Jokowi mengajak negara-negara anggota G20 untuk "perang" melawan corona.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya