Berita

Christina Aryani/Net

Politik

Tunggu Hasil Penelusuran Kemenlu, Komisi I DPR Minta Pemerintah Lebih Perhatian Dan Lindungi ABK

JUMAT, 08 MEI 2020 | 12:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR RI masih menunggu hasil penelusuran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait kasus tewasnya 3 Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal China yang jenazahnya dilarung ke laut.

Apakah dalam peristiwa tersebut ada dugaan praktik dehumanisasi, atau sebaliknya sudah seusai prosedur ILO Seafarer's Service Regulations.

Begitu kata anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (8/5).


"Kami di Komisi I menunggu hasil penelusuran Kemenlu terkait adanya dugaan perlakuan tidak manusiawi yang dialami ABK kita di kapal ikan berbendera China," ujar Christina Aryani.

Politikus muda Partai Golkar ini menilai jika terjadi praktik pelanggaran HAM pada kasus tersebut, Komisi I DPR RI akan mendalami kasus tersebut. Jika tidak ditemukan pelanggaran, maka mekanisme pelarungan sudah sesuai ILO Seafarer's Service Regulations.

"ILO Seafarer's Service Regulations juga mengenal dan memperbolehkan dilakukannya pelarungan dengan beberapa persyaratan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Christina Aryani menyatakan persoalan yang menimpa ABK WNI bukan baru kali ini saja terjadi. Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah untuk lebih memperhatikan dan memberikan perlindungan bagi para ABK.

"Kami bersimpati kepada keluarga para ABK yang meninggal. Dan berharap kejadian ini bisa menjadi momentum bagi Pemerintah untuk lebih memperhatikan upaya perlindungan ABK. Mulai dari rekrutmen, penempatan, pengurusan perizinan, perjanjian kerja, pendataan, hingga pemenuhan hak-hak mereka selama bekerja," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya