Berita

Jenazah abk asal indonesia yang dibuang ke tengah laut oleh kapal asal China/Net

Politik

Saran Gurubesar HI Untuk Pemerintah Dalam Menyikapi Kasus ABK Tewas Di Kapal China

KAMIS, 07 MEI 2020 | 19:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Peristiwa meninggalnya empat anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal China turut mendapat perhatian Gurubesar Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.

Terlebih para ABK kapal Long Xing 629 juga disebut mengeluhkan fasilitas kapal yang dianggap tidak memiliki fasilitas memadai.

Hikmahanto yang juga rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini pun mmeberikan beberapa saran kepada pemerintah yang saat ini berupaya memulangkan ABK TKI tersebut.


“Pertama dan terpenting adalah memberi perlindungan terhadap para ABK yang berada di kapal berbendera China. Mengingat saat ini kapal berada di Korea Selatan, maka perwakilan Indonesia di Korsel yang memiliki tugas ini,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (7/5).

Selain itu, pihaknya juga menilai Kepolisian Korea Selatan perlu dilibatkan untuk melakukan investigasi atas dugaan pelanggaran pidana atau hak asasi manusia berupa perbudakan.

“Kepolisian yang berwenang adalah kepolisian Korsel, meski kapal tersebut berbedera China. Hal ini karena kapal tersebut berada di wilayah kedaulatan negara Korsel,” jelasnya.

Ketiga, ia meminta agar pemerintah China membantu otoritas Korsel dan Indonesia melalui kerja sama interpol mengungkap dugaan kejahatan atau pelanggaran HAM.

“Perlu dipahami pemerintah China tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum mengingat kapal bulanlah milik pemerintah China. Kemungkinan kapal milik WN China yang didaftarkan di China,” paparnya.

“Terakhir perlu dilakukan kerja sama interpol antara Korsel, Indonesia dan China untuk mengnvestigasi penghanyutan jazad WNI,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya