Berita

Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Soal Relaksasi PSBB, Saleh Daulay: Utamakan Kesehatan Dan Keselamatan Masyarakat, Ekonomi Bisa Ditunda

KAMIS, 07 MEI 2020 | 12:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah harus menghitung dampak yang akan timbul jika relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akhirnya dilakukan.

Sebab, ketika dilakukan relaksasi PSBB, masyarakat akan kembali beraktivitas normal seperti sedia kala. Risiko penyebaran Covid-19 pun kembali membesar.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/5).


"Jangan sampai relaksasi dan pelonggaran itu menyebabkan terganggunya upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karena dengan relaksasi, orang akan kembali bekerja dan berkumpul di tempat kerja," kata Saleh Daulay.

Menurut Saleh Daulay, pemerintah juga harus mempertimbangkan kesehatan masyarakat. Itu adalah hal paling mutlak untuk diprioritaskan. Karena dengan adanya rencana relaksasi PSBB ini segala kemungkinan bisa terjadi.

"Aspek kesehatan dan keselamatan warga negara harus diutamakan. Persoalan ekonomi masih bisa ditunda. Kalaupun tidak saat ini, nanti setelah pandemik ini berlalu, masalah ekonomi akan bisa diselesaikan," tegas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Lebih lanjut, Saleh Daulay menyatakan, sejak awal dilakukannya PSBB memang belum maksimal penerapannya. Hal ini lantaran jaring pengaman sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bansos, hingga paket sembako untuk kebutuhan masyarakat tak langsung disiapkan pemerintah.

"Dari awal, program PSBB ini diprediksi tidak efektif. Di berbagai kesempatan, saya menyampaikan hal itu. Sekarang kan terbukti, PSBB tidak mampu menghalangi orang untuk keluar rumah," tuturnya.

"Tanpa kompensasi itu, masyarakat tentu sulit untuk diminta berdiam diri di rumah dalam waktu lama," demikian Saleh Daulay.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya