Berita

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing/Net

Politik

Komnas HAM Didesak Ikut Investigasi Pelarungan Jenazah WNI Dari Kapal China

KAMIS, 07 MEI 2020 | 09:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kabar mengenai tiga orang anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang meninggal dunia di kapal Long Xin dilarungkan ke laut membuat heboh negeri ini.

Apalagi kabar tersebut menjadi trending topic di sebuah media televisi MBC di Korea. Di dalam video tersebut tampak ABK melakukan upacara untuk jasad yang meninggal dunia sebelum akhirnya dilarungkan ke laut.

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing terpukul dengan kabar tersebut, sambil menangis Emrus mengecam tindakan tidak manusiawi tersebut. Dia meminta agar pemerintah melakukan klarifikasi atas berita tersebut.


“Menurut saya kita harus lakukan dulu klarifikasi, terus terang sangat terkejut saya meneteskan air mata saya tidak tahu apakah itu terjadi. Kita harus melakukan klarifikasi secara jernih dan kepala dingin, saya sangat bersedih dengan ini,” ujar Emrus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/5).

Emrus mendesak Komnas HAM turun tangan melakukan investigasi mengenai adanya kabar TKI ABK Long Xin tersebut. Jika terjadi pelanggaran Komnas HAM wajib melaporkan tindakan tersebut ke PBB.

“Komnas HAM harus melakukan investigasi ke Korea bagaimana sesungguhnya terjadi, apakah itu terjadi pelanggaran HAM atau tidak,” bebernya.

Pihaknya juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk melakukan pengumpulan data di Korea dan China mengenai adanya pelarungan jasad tiga orang wni tersebut.

“Kalau memang ada pelanggaran dari sudut perlindungan, saya pikir direktur perlindungan perlu memberikan nota protes kepada pemilik tersebut,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya