Berita

Dr. Rick Bright, Whistleblower yang komplain pada Trump/Net

Dunia

Tanggapi Komplain Whistleblower, Trump: Siapa Dia? Karyawan Yang Tidak Puas!

KAMIS, 07 MEI 2020 | 09:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden AS Donald Trump menanggapi keluhan seorang pejabat kesehatan yang telah dipecatnya yang mengajukan keluhan kepada Kantor Penasehat Khusus AS. Menurut Trump, itu hanya keluhan orang yang tidak puas.

Dalam pertemuan briefing harian di Gedung Putih, Rabu, Trump menegaskan, dia tidak mendengar hal-hal yang baik tentang Rick Bright, yang digulingkan bulan lalu dari pekerjaannya sebagai direktur sebuah agen AS yang bertanggung jawab mengembangkan obat-obatan untuk memerangi wabah virus corona.

"Aku tidak tahu siapa dia. Saya sama sekali tidak mendengar hal-hal baik tentangnya,” kata Trump, seperti dikutip dari Reuters, Kamis(7/5).


"Dan bagi saya dia tampak seperti karyawan yang tidak puas yang berusaha membantu Demokrat memenangkan pemilihan."

Rick Bright, sang whistleblower (mantan karyawan yang dipecat karena pelaporan atau aduannya yang dianggap melanggar) itu mengatakan, dalam pengaduan yang diajukan ke pengawas pemerintah bahwa ia memperingatkan tentang virus itu pada Januari dan aduan itu mendapat permusuhan dari Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar dan pejabat tinggi lainnya di agensi tersebut.

"Dr. Bright bertindak dengan urgensi untuk mulai mengatasi pandemik ini tetapi menemui perlawanan dari kepemimpinan HHS, termasuk Sekretaris Azar, yang tampaknya berniat meremehkan ancaman bencana ini,” bunyi keluhan itu, yang diajukan pengacara Bright ke Kantor Penasihat Khusus AS.

Bright membuat pernyataan bahwa dia diturunkan dan dipindahkan ke posisi lain salah satunya karena dia menolak dukungan atas hydroxychloroquine dan chloroquine sebagai obat untuk Covid-19.

Ia  mengatakan obat-obatan tersebut kurang jelas secara ilmiah. Namun, pemerintah AS tetap mempromosikannya obat-obatan sebagai "obat mujarab".

Bright pun menuduh administrasi pemerintahan Donald Trump telah melakukan pembalasan kepadanya ketika ia menyampaikan kekhawatiran terhadap perkembangan Covid-19.

Bright akan bersaksi di hadapan panel Dewan Perwakilan AS pada 14 Mei, juru bicara Bright mengatakan pada hari Selasa.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya