Berita

Menhan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Beredar Surat Dari Emak-Emak Eks Relawan 02 Kecewa Pada Prabowo Subianto

KAMIS, 07 MEI 2020 | 07:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebuah surat untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beredar di media sosial, pada Kamis (7/5). Pengirim surat mengatasnamakan diri sebagai kelompok Emak-Emak Eks Relawan 02.

Surat bertuliskan kekecewaan para emak-emak yang pada Pilpres 2019 lalu mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Mereka kecewa lantaran jagoan yang didukung telah bergabung dengan rezim penguasa yang kala itu dilawan.

Terlebih, kelompok pendukung Prabowo-Sandi kala itu sepakat bahwa rezim menang dengan penuh kecurangan, mulai dari dugaan kasus suap KPU, MK, hingga teriakan kades dan bupati tentang data yang tidak beres. Belum lagi sikap acuh pemerintah atas wafatnya 600 petugas penyelenggara pemilu.


Mereka mengingatkan kepada Prabowo bahwa masih banyak tahanan kasus 21 Mei di depan Bawaslu yang belum dibebaskan. Padahal mantan Danjen Kopassus itu berjanji untuk membebaskan mereka.

“Bahkan bapak juga berjanji untuk menjemput Habib Rizieq Shihab ke tanah air, ingat janji itu adalah utang,” tulis surat tersebut.

Mereka mengingatkan bahwa emak-emak yang mendukung Prabowo adalah kelompok militan dan tidak sembarangan dalam mendukung.

“Kekecewaan kami bertumpuk dan di titik nadir setelah bapak begitu lantang bersyahadat bahwa Jokowi adalah pemimpin yang pro rakyat dan menginginkan kami untuk mendukungnya,” sambung tulisan itu.

“Sebenarnya masih punya hati nurani kah bapak ini?” lanjut tulisan tersebut.

Atas alasan itu, mereka menyampaikan lima pesan untuk Prabowo. Pertama, tinggalkan segera rezim penguasa yang lebih patuh pada perintah China daripada memperhatikan rakyatnya sendiri.

Kedua, tegakkan kepala, mati terhormat atau mati syahid dari pada hidup nyaman, tapi terhina dan menghinakan diri. Ketiga, jangan takut miskin, karena rakyat sudah terbiasa miskin.

Keempat, bangun segera dari tidur, jadilah singa tua yang terhormat, jangan menjadi anjing yang selalu tunduk pada tuannya. Seorang pemimpin rakyat, pantang menunduk dan menjilat.

Terakhir, seandainya posisi Bapak Prabowo sebagai Menhan memang untuk keutuhan NKRI, dan bisa "sedikit" mengobati sakit hati para relawan pendukung terutama Emak-emak, mengapa Bapak tetap diam dan tidak bergeming ketika puluhan ribu TKA atau mungkin tentara China masuk dengan bebas ke Indonesia? Mengapa tidak minta TNI mengusir dan memeriksa dugaan adanya senjata?

Sebanyak 70 nama emak-emak yang menandatangani surat ini meminta Prabowo untuk segera bangkit dan berjuang kembali bersama-sama mereka dan para ulama yang masih setia.

“Sekarang Bapak tinggal memilih "stay there or leave them”.  Kembali berdiri tegak bersama kami pendukung setia bapak,” demikian surat tersebut.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya