Berita

Menteri Sosial RI, Juliari Batubara/Net

Politik

Kendala Bansos Berujung Pengurangan Jenis Makanan, Mensos: Sulit Mencari Vendor

RABU, 06 MEI 2020 | 21:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Bantuan sosial dari pemerintah menjadi sorotan publik lantaran keterlambatan penyaluran hingga isi bantuan yang dinilai sangat minim.

Kegelisahan itulah yang disampaikan para anggota dewan Komisi VIII DPR RI, saat rapat bersama Mensos RI, Juliari Batubara secara virtual, Rabu (6/5).

Mensos Juliari menyampaikan, faktor yang menjadi kendala penyaluran bantuan sosial salah satunya pencarian vendor untuk melengkapi bantuan sosial yang masih sulit.


“Kendala penyaluran sembako, kami tidak mudah mendapatkan vendor karena jumlahnya banyak. Kalau urusan dengan pemerintah, tentunya dibayar belakangan,” ujar Juliari.

Hal lain yang menjadi persoalan adalah penurunan tingkat produksi oleh produsen makanan. Sejumlah pabrik sebagian besar kekurangan karyawan lantaran memilih mudik.

"Atau bahkan dirumahkan, sehingga apa yang terjadi, (ketika) kami sudah mendapatkan para vendor tidak semudah seperti yang kita inginkan, dapat sesegera mungkin mendatangkan bahan-bahan tersebut,” jelasnya.


“Begitu kita bekerja satu minggu, bulan puasa dimulai. Pekerjaan ini (dilakukan) sangat manual, tentunya kami tidak bisa memaksa para vendor dan para pekerja bekerja secepatnya atau seperti pada bulan normal. Kami tidak mungkin melakukan ini (memerintahkan untuk cepat), tidak etis juga memaksa mereka bekerja secara normal pada saat bulan puasa,” paparnya.

Adanya kendala-kendala tersebut, Juliari kemudian mengambil solusi penyaluran bansos Kementerian Sosial dipangkas dari 10 jenis menjadi empat jenis makanan.

“Sehingga apabila kita kurangi itemnya, tentunya pengadaannya lebih mudah. Solusi kedua adalah menambah vendor dari awalnya hanya 5 saat ini sudah ada kira-kira 14 vendor. Namun masing-masing vendor masih ada kendala.  Kami juga berkoordinasi dengan Panglima TNI, dibantu korps marinir dan Kostrad melakukan loading dari gudang ke truk-truk marinir atau ke Kostrad yang kita gunakan,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya