Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Ngabuburit Bareng Sandiaga: Pesantren Bukan Hanya Mencetak Ulama, Tetapi Bisa Menciptakan Ekonomi Umat

RABU, 06 MEI 2020 | 18:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang buka puasa, Sandiaga Salahudin Uno menyempatkan diri untuk ngabuburit dengan menjadi narasumber dalam kajian online yang diselenggarakan oleh Tajdid Institut.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menanggapi pertanyaan dari seorang peserta yang bertanya tentang mengembangkan dunia usaha untuk kalangan santri di pesantren.

"Saya melihat kearifan dari pesantren. Selain mencetak ulama kita bisa menciptakan ekosistem ekonomi untuk umat," ujar Sandiaga, Rabu (6/5).


Dirinya mengusulkan salah satu sektor dunia usaha yang dapat dikembangkan dari pesantren yakni berkaitan dengan pangan.

"Selama manusia punya mulut dan perut peluang terbuka lebar untuk usaha di bidang pangan. Contohnya bisa saja gunakan lahan wakaf untuk membuat vertikal garden," jelas Sandi.

Untuk operasional pesantren, Sandi mengusulkan untuk memanfaatkan sektor energi yang sedang hits saat ini yakni energi berbasis surya.

Terakhir Founder Oke Oce itu menyarankan kepada dunia pesantren bisa mengelola air secara mandiri. Ini menjadi penting dalam mewujudkan gagasan tersebut.

"Saya merasa tertantang untuk ikut bantu berkontribusi. Mudah-mudahan itu bisa diwujudkan," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya