Berita

FX Hadi Rudyatmo/Net

Nusantara

Banyak Kedatangan Plat Luar Daerah, Walikota Solo: Kalau Kucing-kucingan Begini Repot Kita

RABU, 06 MEI 2020 | 17:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo kembali memulangkan warganya yang telah menjalani masa karantina dan dinyatakan sehat dan bebas dari Covid-19.

Mereka terpaksa menjalani karantina karena datang dari wilayah zona merah Covid-19.

Untuk memutus mata rantai penyebarannya, mereka sementara waktu harus menjalani masa karantina selama 14 hari lamanya di gedung Graha Wisata Solo.


Dalam kesempatan tersebut, Rudi, panggilan akrab Walikota Solo, meminta warga agar jangan meremehkan virus Covid-19.

"Ojo ngremehke (jangan merehkan) virus corona karena virusnya tidak kelihatan, tetap pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, hindari keramaian, jangan bergerombol," ujar Rudi, dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (6/5).

Rudi juga menyebutkan, saat ini banyak pemudik dari luar daerah yang tidak jujur. Datang ke kota Solo sembunyi-sembunyi. Dirinya khawatir kondisi tersebut berbahaya dan berpotensi penularan Covid-19.

"Lha kok tikus-tikusan, kalau kucing-kucingan gini kan jadi repot kita. Pulangnya kucing-kucingan. Tahu-tahu di Solo banyak mobil pelat nomor B, R, D, banyak yang dari luar," katanya.

Saat ini lanjut Rudi, yang paling dibutuhkan adalah kesadaran dari masyarakat para pemudik. Mereka mau menjalani karantina di Graha Wisata Niaga agar penularan virus corona bisa diminimalisir.

"Meski yang datang ke karantina banyak namun yang sudah dipulangkan juga banyak. Baik yang ada di Graha Wisata Niaga maupun di Ndalem Joyokusuman," jelasnya.

Rudi sebut sampai saat ini pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap pemudik yang tidak melaporkan diri ke Posko di Graha Wisata Niaga.

Ada indikasi para pemudik memilih datang ke hotel langsung. Mengantisipasi hal tersebut pihaknya akan bekerjasama dengan perhotelan untuk melakukan pendataan.   

"Banyak (pemudik) yang stay di hotel. Bisa jadi mobil plat luar daerah itu langsung ke hotel, kita enggak ngerti. Kita akan tracking semua, kerja sama dengan hotel," pungkasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya