Berita

Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Philip Vermonte/Net

Dunia

Angka Kasus Baru Harian Di Indonesia Fluktuatif, CSIS: Ada Sesuatu Yang Terjadi

RABU, 06 MEI 2020 | 15:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Cukup berbeda dengan negara-negara lain, angka kasus baru Covid-19 di Indonesia cukup fluktuatif setiap harinya.  

Data dari Worldometer menunjukkan, jumlah kasus baru Covid-19 dalam sebulan terakhir berkisar 300 hingga 400 kasus. Bahkan, jumlah kasus baru pernah di bawah 200.

Dikatakan oleh Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Philip Vermonte, angka fluktuatif yang terjadi menunjukkan sesuatu yang salah dalam prosesnya.


"Terkadang kita berhasil, terkadang tidak. Jadi terus fluktuatif, yang artinya ada sesuatu yang terjadi dalam penanganan kita," ujar Philip dalam webinar bertajuk "Indonesia-Korea Cooperation in Dealing with Covid-19", Rabu (6/5).

"Sampai saat ini, kasus yang aktif terus meningkat. Angka kematian terkait Covid-19 juga terus masih meningkat. Saya pikir Indonesia masih berada di tengah usaha untuk mengatasi penyebara Covid-19," tambahnya menjelaskan.

Dalam diskusi tersebut, Philip juga menjelaskan, tingkat pengujian Covid-19 di Indonesia sangatlah rendah. Di mana angka pengujian Covid-19 di Indonesia per 1.000 orang adalah 0,18.

Angka tersebut jauh jika dibandingkan negara tetangga, Malaysia yang memiliki angka pengujian Covid-19 per 1.000 orang sebanyak 3,76 dan Korea Selatan dengan 11,5.

Selain itu, angka kematian di Indonesia juga lebih tinggi daripada Malaysia maupun Korea Selatan. Di mana saat ini Indonesia memiliki angka kematian sebesar 7,55. Sedangkan Malaysia dan Korea Selatan masing-masing 1,65 dan 2,33.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya